S&P Mempertahankan Peringkat Utang China di Level A+



KONTAN.CO.ID - BEIJING. Lembaga pemeringkat S&P mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) China di level 'A+' pada Jumat (28/8/2026), dengan alasan perkiraan bahwa ekonomi negara tersebut kemungkinan akan terus tumbuh sebesar 4% atau lebih dalam satu hingga dua tahun ke depan.

S&P menyatakan, prospek peringkat China tersebut tetap stabil, mencerminkan pandangan lembaga itu bahwa China akan memberikan dukungan fiskal yang lebih besar untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Kementerian Keuangan China menyambut baik keputusan S&P untuk mempertahankan peringkat dan prospek China, serta berjanji untuk terus menerapkan kebijakan makroekonomi yang lebih proaktif dan efektif.


"Kemajuan pesat China dalam memperkuat rantai pasok, kemampuan teknologi, dan keunggulan manufaktur telah memungkinkan ekonominya tetap tangguh menghadapi ketidakpastian global, termasuk ketegangan perdagangan dengan AS dan konflik Iran," sebut S&P seperti dikutip Reuters, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga: Bos The Fed Kevin Warsh Jadi Sorotan di Jackson Hole, Pasar Tunggu Sinyal Suku Bunga

Namun, lembaga pemeringkat tersebut menyoroti kelemahan dalam permintaan domestik, dengan merujuk pada penurunan sektor properti yang berkepanjangan dan belanja konsumen yang lesu.

Secara terpisah, lembaga pemeringkat Fitch awal pekan ini memperingatkan bahwa China berisiko kembali mengalami deflasi tanpa pemulihan permintaan domestik yang lebih signifikan, meskipun terdapat tanda-tanda membaiknya tekanan harga pada awal tahun ini.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Naik 2%: Trump Bikin Hubungan AS-Iran Kembali Panas