S&P proyeksi kerugian Asia Pasifik capai US$ 211 miliar akibat virus corona



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. S&P Global Ratings memperkirakan dampak terbesar dari merebaknya wabah virus corona (Covid-19) akan paling terasa di kawasan Asia Pasifik.

Proyeksinya, total kerugian Asia Pasifik akan mencapai US$ 211 miliar yang tersebar pada sejumlah sektor seperti rumah tangga, korporasi, perbankan, dan pemerintah. 

Merebaknya virus corona menciptakan supply and demand shock pada perekonomian kawasan, khususnya Jepang dan Korea Selatan.


Baca Juga: Skenario terburuk, ADB proyeksi dunia kehilangan US$ 347 miliar akibat virus corona  

Shock pada permintaan berpusat pada konsumen yang tidak mampu atau tidak mau menjelajah tempat umum atau bepergian ke luar negeri. Guncangan pasokan berkaitan dengan ketidakmampuan perusahaan untuk melanjutkan operasi karena disrupsi fasilitas dan pasokan akibat pembatasan pemerintah atau karena adanya kasus infeksi karyawan.

Ini juga sejalan dengan melemahnya permintaan eksternal dari negara-negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang diproyeksi akan mengalami perlambatan ekonomi pula pada tahun ini.  

S&P juga memandang, pukulan pada pertumbuhan PDB China di kuartal pertama tahun ini akan lebih keras dari yang perkiraan sebelumnya. PDB China diproyeksi hanya akan tumbuh 4,8% sepanjang 2020, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya pada level 5%. Ini dengan  asumsi puncak wabah virus corona terjadi pada Maret dan mulai mereda memasuki kuartal kedua. 

Editor: Anna Suci Perwitasari