S&P Turunkan Peringkat ASX Usai Temuan Kegagalan Tata Kelola



KONTAN.CO.ID - S&P Global Ratings menurunkan peringkat kredit penerbit untuk Australian Securities Exchange menjadi “A+/A-1” dari sebelumnya “AA-/A-1+” pada Kamis (16/4/2026).

Melansir Reuters, langkah ini diambil dua pekan setelah regulator Australia menemukan kelemahan dalam tata kelola dan manajemen risiko operator bursa tersebut.

Penurunan peringkat ini menegaskan serangkaian masalah yang membayangi ASX dalam beberapa waktu terakhir.


Baca Juga: Bisnis Suku Bunga Goldman Sachs Tertekan Volatilitas Perang Iran

Mulai dari gangguan perdagangan berulang, kegagalan proyek penggantian sistem CHESS, hingga insiden gangguan penyelesaian transaksi pada 2024.

Berbagai kendala tersebut memicu kritik regulator terkait lemahnya tata kelola, kontrol risiko yang tidak memadai, serta budaya perusahaan yang dinilai lebih mengutamakan keuntungan jangka pendek dibandingkan integritas sistem pasar yang krusial.

Sebelumnya, Australian Securities and Investments Commission telah memperingatkan bahwa ASX terlalu fokus pada pengembalian bagi pemegang saham, dengan mengorbankan pemeliharaan dan peningkatan infrastruktur pasar yang vital.

Baca Juga: Bank Sentral Thailand Pangkas Proyeksi Ekonomi 2026, Perang Iran Picu Risiko Terburuk

S&P juga mengingatkan potensi penurunan peringkat lanjutan jika kualitas pengendalian risiko ASX, khususnya dalam manajemen risiko lembaga kliring dan perlindungan keuangan terkait, terus memburuk dalam dua tahun ke depan.

Di sisi lain, peluang kenaikan peringkat dinilai kecil dalam waktu dekat. S&P menyebut peningkatan peringkat baru dapat terjadi jika program perbaikan tata kelola dan manajemen risiko berhasil diselesaikan, yang diperkirakan tidak akan tercapai dalam dua tahun mendatang.

Menanggapi penurunan peringkat tersebut, pihak ASX menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti temuan regulator melalui implementasi rencana perbaikan (Commitments Plan), sebagaimana direkomendasikan dalam laporan penyelidikan.

Setelah penyelidikan selama 10 bulan, ASIC dalam laporan akhirnya menyimpulkan bahwa ASX cenderung menggunakan solusi taktis jangka pendek dalam menyelesaikan masalah, alih-alih mengatasi akar persoalan, yang sebagian besar terkait dengan sistem teknologi.

Baca Juga: Pentagon Gandeng GM hingga Ford, Dorong Industri Sipil Perkuat Produksi Senjata

Meski demikian, S&P merevisi prospek (outlook) ASX menjadi “stabil” dari sebelumnya “negatif”.

Hal ini mencerminkan keyakinan bahwa ASX masih akan mempertahankan posisi dominannya dan tetap menjadi bagian penting dari infrastruktur pasar keuangan Australia dalam dua tahun ke depan.

S&P juga menurunkan peringkat utang jangka panjang ASX menjadi “A+” dari sebelumnya “AA-”.

Di pasar saham, kinerja ASX justru menguat. Saham operator bursa tersebut sempat naik hingga 1,3% pada perdagangan awal, melampaui kenaikan indeks acuan S&P/ASX 200 yang naik 0,2%.