KONTAN.CO.ID - JAKARTA. SpaceX menargetkan peluncuran uji terbang Starship berikutnya pada akhir Agustus 2026. Dalam misi ke-14 ini, perusahaan milik Elon Musk tersebut berencana mengirimkan satelit Starlink generasi terbaru ke orbit sekaligus melakukan pendaratan tahap atas (upper stage) Starship di daratan untuk pertama kalinya. Rencana tersebut disampaikan oleh Chief Executive Officer (CEO) SpaceX, Elon Musk, dalam panggilan konferensi laporan keuangan perdana perusahaan pada Selasa (4/8/2026) waktu Amerika Serikat. Jika berhasil, uji coba tersebut akan menjadi lompatan besar dalam pengembangan roket Starship yang sepenuhnya dapat digunakan kembali (fully reusable), sekaligus menjadi tonggak penting bagi ambisi SpaceX memperluas jaringan internet satelit Starlink dan mendukung misi eksplorasi luar angkasa.
Pada uji terbang ke-13 yang berlangsung pada Juli lalu, tahap atas Starship menunjukkan peningkatan kemampuan saat melakukan pendaratan di Samudra Hindia. Berdasarkan hasil tersebut, SpaceX kini siap menguji pendaratan di daratan.
Baca Juga: Pendapatan SpaceX Melonjak Hampir Dua Kali Lipat, Starlink dan AI Jadi Andalan Sebelumnya, Musk telah menyatakan bahwa perusahaan berpeluang mencoba memulihkan tahap atas Starship di darat pada tahun ini, bergantung pada hasil uji terbang sebelumnya. Keberhasilan mengembalikan tahap atas Starship ke daratan menjadi elemen penting dalam visi SpaceX membangun sistem peluncuran orbital pertama di dunia yang sepenuhnya dapat digunakan kembali. Teknologi tersebut juga diharapkan mampu memangkas biaya peluncuran satelit secara signifikan. Selain itu, uji pendaratan ini juga akan menjadi perhatian NASA yang berencana memanfaatkan Starship sebagai wahana pendarat untuk misi ke Bulan dalam program Artemis. Saat ini SpaceX masih dalam proses mengangkat tahap atas dari uji terbang ke-13 yang mendarat di laut untuk dilakukan inspeksi lebih lanjut, berdasarkan citra satelit yang diperoleh Vantor. Namun, Musk menegaskan jadwal peluncuran berikutnya masih bergantung pada persetujuan regulator Amerika Serikat. "Dengan asumsi kami menerima persetujuan dari regulator, kami akan mencoba menangkap tahap atas Starship menggunakan menara peluncuran pada penerbangan berikutnya yang sementara dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini," ujar Musk. Ia menambahkan, "Saya memperkirakan frekuensi peluncuran Starship akan meningkat dengan sangat cepat."
Menara Peluncuran Akan Menangkap Starship
Jika memperoleh izin, SpaceX akan mencoba menangkap tahap atas Starship menggunakan lengan mekanis raksasa (chopsticks) yang terpasang pada menara peluncuran di fasilitas Starbase, Texas. Metode ini sebelumnya telah berhasil digunakan untuk menangkap roket pendorong Super Heavy sebanyak tiga kali, dengan keberhasilan terakhir terjadi pada Maret 2025. Dalam skenario uji coba tersebut, apabila tahap atas berhasil ditangkap menara, maka roket pendorong Super Heavy akan kembali mendarat di Teluk Meksiko seperti pada lima uji terbang sebelumnya. Ke depan, Musk menargetkan kedua bagian Starship dapat ditangkap oleh menara yang sama. Super Heavy akan lebih dulu ditangkap dan dipindahkan, kemudian sekitar 90 menit setelah menyelesaikan satu putaran mengelilingi Bumi, tahap atas Starship akan kembali dan ditangkap oleh lengan mekanis tersebut. Musk bahkan memproyeksikan frekuensi peluncuran Starship akan meningkat drastis dalam beberapa tahun mendatang. "Kemungkinan sekitar satu tahun dari sekarang, kami akan melakukan sedikitnya satu peluncuran setiap hari, bahkan mungkin lebih banyak," kata Musk.
Baca Juga: Korea Utara Diduga Kirim Unit Rudal ke Rusia, Ukraina Waspadai Serangan Balistik Baru Bawa Satelit Starlink V3 Pertama
Selain menguji sistem pendaratan baru, misi Starship ke-14 juga akan membawa kelompok pertama satelit Starlink V3 ke orbit. Menurut Musk, satelit generasi terbaru tersebut akan menawarkan peningkatan kapasitas yang signifikan. "Satelit ini diharapkan mampu menghadirkan kapasitas broadband dan kepadatan data hingga 10 kali lebih besar dibandingkan generasi Starlink yang ada saat ini," ujarnya. Dalam prospektus penawaran saham perdana (IPO), SpaceX menyebutkan bahwa satu peluncuran Starship nantinya ditargetkan mampu membawa hingga 60 satelit Starlink V3 ke orbit.
Perusahaan juga berencana menjalankan puluhan misi Starship khusus untuk mengirimkan konstelasi satelit tersebut.
Starlink Jadi Mesin Pertumbuhan SpaceX
Peluncuran satelit Starlink kini semakin mendominasi aktivitas peluncuran SpaceX dibandingkan misi untuk pelanggan eksternal. Lonjakan pendapatan dari layanan internet satelit Starlink telah melampaui kontribusi unit bisnis lain di dalam SpaceX. Kondisi tersebut membuat kapasitas peluncuran roket di Amerika Serikat semakin banyak digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan, seiring meningkatnya permintaan global terhadap akses ke luar angkasa. Dengan Starship yang dirancang sepenuhnya dapat digunakan kembali, SpaceX berharap mampu meningkatkan frekuensi peluncuran sekaligus menekan biaya operasional secara signifikan, membuka jalan bagi ekspansi jaringan Starlink dan misi eksplorasi luar angkasa di masa depan.