KONTAN.CO.ID - Minat investor terhadap penawaran umum perdana saham atau IPO SpaceX terus menunjukkan tren kuat. Menjelang penetapan harga saham, permintaan investor dilaporkan telah melampaui US$250 miliar atau sekitar Rp4.485 triliun. Mengutip
Reuters, Selasa (9/6/2026), tingkat kelebihan permintaan (
oversubscription) saat ini mencapai sekitar 3,5 hingga 4 kali dari ukuran penawaran yang direncanakan.
Sebagai perbandingan, perusahaan milik Elon Musk itu hanya berencana menghimpun dana sekitar US$75 miliar atau setara Rp1.346 triliun dalam IPO yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah pasar modal.
Baca Juga: Morningstar Ragukan Bisnis AI SpaceX, Valuasi Dinilai Kemahalan Apa Arti Oversubscribed bagi Investor?
Oversubscribed terjadi ketika jumlah permintaan saham jauh lebih besar dibanding jumlah saham yang tersedia. Kondisi ini sering menjadi indikator tingginya minat pasar terhadap suatu perusahaan. Namun, tingginya permintaan tidak selalu menjamin kinerja saham akan terus positif setelah mulai diperdagangkan. Bagi investor, tingkat
oversubscription biasanya mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis perusahaan serta ekspektasi pertumbuhan jangka panjang.
Mengapa IPO SpaceX Menarik Perhatian?
Dalam dokumen pemasaran kepada investor, perusahaan menonjolkan dua mesin pertumbuhan utama. Pertama adalah bisnis peluncuran antariksa yang saat ini mendominasi aktivitas pengiriman muatan ke orbit dunia. Kedua adalah Starlink, layanan internet satelit yang terus memperluas jangkauan konektivitas global. Selain itu, SpaceX juga mulai memperkenalkan visi jangka panjang terkait kecerdasan buatan (AI). Perusahaan menilai kebutuhan daya komputasi AI akan terus meningkat dan membuka peluang pasar bernilai hingga US$23 triliun di masa depan.
Baca Juga: Booming IPO India, Raksasa Asing Justru Tarik Dana Miliaran Dolar Investor Institusi Mulai Masuk
Laporan
Reuters menyebut sejumlah dana investasi jangka panjang (
long-only funds) telah mengajukan pesanan saham dalam jumlah besar selama proses pemasaran IPO. CEO SpaceX Elon Musk juga dilaporkan sempat menghadiri beberapa pertemuan virtual dengan calon investor. Sementara itu, Presiden SpaceX Gwynne Shotwell dan
Chief Financial Officer Bret Johnsen dijadwalkan bertemu ratusan investor institusi dalam acara yang difasilitasi Morgan Stanley di New York.
Pelajaran bagi Investor
Kasus SpaceX menunjukkan bahwa perusahaan dengan posisi pasar yang kuat, teknologi unggulan, dan narasi pertumbuhan jangka panjang masih mampu menarik minat investor besar meski kondisi pasar sedang bergejolak.
Di saat yang sama, perlu diingat bahwa tingginya permintaan IPO tidak selalu menjadi jaminan keberhasilan investasi. Investor tetap perlu memperhatikan valuasi, prospek bisnis, serta kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan di masa depan. Bagi pelaku pasar, IPO SpaceX menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan berbasis inovasi dan teknologi strategis dapat menciptakan antusiasme besar di pasar modal global.
Baca Juga: Sebelum IPO Anthropic, Investor Perlu Tahu Hubungannya dengan Pemerintah AS