KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham SpaceX kembali menguat lebih dari 5,6% pada perdagangan pra-pembukaan (pre-market) Senin (15/6/2026) waktu Amerika Serikat, melanjutkan reli impresif setelah debut perdananya di bursa pekan lalu. Kenaikan tersebut diperkirakan memperpanjang penguatan signifikan yang telah mendorong valuasi perusahaan antariksa milik Elon Musk melampaui US$ 2 triliun, sekaligus menempatkannya di jajaran perusahaan paling bernilai di Wall Street.
Elon Musk Optimistis Pendapatan SpaceX Tembus US$ 1 Triliun pada 2030
Chief Executive Officer (CEO) SpaceX, Elon Musk, menyampaikan optimisme tinggi terhadap prospek bisnis perusahaan.
Dalam pernyataannya pada Minggu (14/6/2026), Musk mengatakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi roket hingga kecerdasan buatan (AI) tersebut berpotensi mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1 triliun pada 2030.
Baca Juga: Bursa Asia Menghijau Senin (15/6), Harga Minyak Turun Pasca Kesepakatan AS-Iran Sebelumnya, SpaceX melaporkan pendapatan sebesar US$ 18,7 miliar sepanjang 2025, menunjukkan pertumbuhan bisnis yang pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Debut di Nasdaq Langsung Melonjak 19%
Pada hari pertama pencatatan saham di Nasdaq, Jumat lalu, saham SpaceX melonjak 19%, menjadikannya sebagai perusahaan terbesar keenam di Amerika Serikat berdasarkan kapitalisasi pasar. Lonjakan tersebut juga mengantarkan Elon Musk menjadi triliuner pertama di dunia, seiring melonjaknya nilai kepemilikan sahamnya di perusahaan.
Investor Ritel Borong Saham SpaceX
Antusiasme investor ritel terhadap IPO SpaceX juga sangat tinggi. Berdasarkan data Vanda Research, investor individu yang memperoleh sekitar 20% alokasi penawaran umum perdana (IPO) membeli saham SpaceX senilai US$ 117,6 juta hanya pada hari pertama perdagangan. Nilai pembelian tersebut menjadikan SpaceX sebagai saham yang paling banyak dibeli oleh investor ritel pada sesi tersebut, sekaligus melampaui rekor IPO sebelumnya yang dicatatkan oleh Coinbase pada April 2021.
Analis Ingatkan Potensi Volatilitas Tinggi
Meski prospek jangka panjang dinilai menjanjikan, para analis dan manajer portofolio mengingatkan investor untuk mewaspadai volatilitas harga saham SpaceX, terutama pada fase awal setelah menjadi perusahaan publik.
Baca Juga: Taipan Tambang Australia Borong Saham SpaceX Senilai Lebih US$ 1 Miliar Menurut mereka, jumlah saham beredar (free float) yang relatif kecil dibandingkan total valuasi perusahaan dapat memicu pergerakan harga yang tajam di pasar.
Selain itu, valuasi yang sudah sangat tinggi juga berpotensi meningkatkan sensitivitas saham terhadap sentimen pasar maupun perubahan ekspektasi investor.
Berpeluang Masuk Nasdaq 100 dan Indeks Global
Reli saham SpaceX berpotensi berlanjut karena perusahaan tersebut diperkirakan akan segera masuk ke dalam indeks Nasdaq 100 melalui proses percepatan (fast-track inclusion). Jika terealisasi, saham SpaceX akan menjadi salah satu kepemilikan utama bagi berbagai dana pasif (passive funds) dan exchange traded funds (ETF) yang mengikuti pergerakan indeks tersebut, sehingga menciptakan sumber permintaan baru terhadap sahamnya. Selain Nasdaq 100, penyedia indeks global FTSE Russell dan MSCI juga dijadwalkan memasukkan saham SpaceX ke dalam indeks masing-masing mulai berlaku efektif pada 26 Juni dan 29 Juni.