KONTAN.CO.ID - MADRID. Pemerintah Spanyol memperpanjang masa operasi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Almaraz selama lebih dari dua tahun hingga Juni 2030, menurut keputusan yang diterbitkan dalam lembaran negara pada hari Jumat. Mengutip
Reuters, Jumat (14/8/2026), berdasarkan rencana Spanyol untuk menghentikan operasional lima PLTN miliknya secara bertahap pada tahun 2035, dua reaktor di Almaraz dijadwalkan menjadi yang pertama memulai proses penonaktifan pada tahun 2027. Dokumen tersebut menyatakan bahwa perpanjangan ini tidak mempengaruhi jadwal penonaktifan pembangkit lainnya, meskipun beberapa analis memperkirakan masa operasi pembangkit lain juga akan diperpanjang.
Pemadaman listrik meluas yang terjadi di Spanyol dan Portugal pada April 2025 sempat memicu kembali perdebatan mengenai tenaga nuklir di Spanyol.
Baca Juga: Data Awal, Ekonomi Uni Eropa Melesat 0,5% Secara Kuartalan di Kuartal II-2026 Namun, keputusan pemerintah tersebut tidak menyinggung insiden pemadaman listrik itu, melainkan merujuk pada dampak terkini perang Iran yang mengganggu pasokan bahan bakar fosil. Keputusan pemerintah ini diambil menyusul permohonan perpanjangan yang diajukan tahun lalu oleh pemilik pembangkit—yaitu Iberdrola, Endesa, dan Naturgy—serta laporan positif (dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi) yang dikeluarkan bulan lalu oleh badan pengawas keselamatan nuklir negara tersebut.
Pemerintah Dukung Ekonomi Zero Karbon
Pemerintah Spanyol yang dipimpin oleh Partai Sosialis telah menetapkan target ramah lingkungan yang ambisius; mereka mendorong transisi cepat menuju ekonomi nol karbon dan menyusun kebijakan energi yang bertumpu pada pemanfaatan luas energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin. Pembangkit listrik tenaga nuklir menghasilkan energi bebas karbon dan menyediakan pasokan listrik dasar (
baseload) yang stabil untuk melengkapi energi terbarukan yang sifat pasokannya tidak tetap (intermiten).
Dokumen yang diterbitkan pada hari Jumat tersebut menyatakan bahwa perpanjangan masa operasional pembangkit listrik tenaga nuklir hanya akan membatasi penerapan sumber energi terbarukan sebesar 1,4% dibandingkan dengan rencana iklim saat ini. Pembangkit listrik tenaga gas alam diperkirakan akan mengalami penurunan sebesar 7%.
Baca Juga: Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Blokade Laut AS terhadap Iran Industri terkait telah lama mengampanyekan penurunan pajak bagi energi nuklir—yang menyumbang sekitar seperlima dari total pembangkitan listrik Spanyol—dengan alasan bahwa pajak tersebut menghambat daya saing pembangkit listrik. Kementerian Energi menyatakan bahwa perpanjangan ini tidak disertai dengan pengurangan pajak dan tidak akan membebankan biaya tambahan bagi wajib pajak. Dalam sebuah catatan, analis RBC menyatakan bahwa keputusan yang sudah banyak diperkirakan ini "seharusnya menyiratkan perpanjangan otomatis bagi pembangkit listrik tenaga nuklir Spanyol yang tersisa," mengingat adanya kesulitan logistik dalam membongkar beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir secara bersamaan.