KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Secara bertahap, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina di seluruh Indonesia akan menggunakan sistem digital. Alhasil, Pertamina bisa meningkatkan transparansi dan keakuratan data pasokan serta konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di jaringan pom bensin mereka. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan data langsung alias real-time, Pertamina mampu mengelola stok BBM dengan baik. Bahkan, penghitungan pendapatan dari penjualan bahan bakar minyak di setiap SPBU bakal lebih cepat dan akurat. Tapi, kata Rini, tujuan utama digitalisasi SPBU adalah meningkatkan pelayanan Pertamina kepada konsumen. "Digitalisasi SPBU juga bisa menjamin bahwa tak ada kecurangan dalam penyaluran BBM, kata Rini usai acara penandatanganan kerjasama sinergi pengembangan digitalisasi SPBU antara Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Jumat (31/8).
SPBU Pertamina pakai sistem digital
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Secara bertahap, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina di seluruh Indonesia akan menggunakan sistem digital. Alhasil, Pertamina bisa meningkatkan transparansi dan keakuratan data pasokan serta konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di jaringan pom bensin mereka. Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, dengan data langsung alias real-time, Pertamina mampu mengelola stok BBM dengan baik. Bahkan, penghitungan pendapatan dari penjualan bahan bakar minyak di setiap SPBU bakal lebih cepat dan akurat. Tapi, kata Rini, tujuan utama digitalisasi SPBU adalah meningkatkan pelayanan Pertamina kepada konsumen. "Digitalisasi SPBU juga bisa menjamin bahwa tak ada kecurangan dalam penyaluran BBM, kata Rini usai acara penandatanganan kerjasama sinergi pengembangan digitalisasi SPBU antara Pertamina dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, Jumat (31/8).