Spekulasi Kenaikan Bunga The Fed Meningkat, Harga Emas Spot Anjlok Lebih dari 3%



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas spot berbalik arah dan anjlok lebih dari 3% pada Jumat (28/8/2026). Ini setelah para trader meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga The Fed setelah pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh tentang upaya meredam tekanan inflasi.

Jumat (28/8/2026), harga emas spot turun 2,9% menjadi US$ 4.567,23 per ons pada pukul 13.44 EDT (17.44 GMT), level terendah sejak 20 Agustus 2026.

Harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 2,9% pada level US$ 4.529,9.


Harga emas batangan telah turun 2,9% minggu ini setelah penurunan hari ini, mundur dari level tertinggi lebih dari tiga bulan di angka US$ 4.696,18 yang dicapai pada hari Selasa lalu.

"Emas terpukul keras saat Ketua Warsh menegaskan bahwa inflasi tidak melambat secara signifikan dan The Fed masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Hal ini akan membuat pasar memandang pertemuan bulan September sebagai situasi yang tidak pasti, layaknya melempar koin," kata analis independen Tai Wong seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Yield US Treasury Menguat Setelah Warsh Buka Peluang Kenaikan Suku Bunga

Para trader meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga bulan September 2026 setelah Warsh mengatakan The Fed akan "memiliki pekerjaan yang harus dilakukan" jika para pembuat kebijakan tidak yakin bahwa inflasi inti kembali ke target 2%.

Pernyataan ini merupakan indikasi terkuat dari Warsh yang mengakui bahwa kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk meredakan tekanan harga.

Berdasarkan alat CME FedWatch, para trader kini memperkirakan adanya peluang sebesar 58% untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan September—naik dari 36% sebelum adanya komentar Warsh—serta peluang 89% untuk kenaikan pada bulan Desember.

Daya tarik emas cenderung menurun di tengah lingkungan suku bunga tinggi karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Nilai tukar dolar menguat ke level tertinggi dalam lebih dari satu minggu, sehingga harga emas—yang dipatok dalam mata uang tersebut—menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Baca Juga: Dolar AS Menguat Usai Komentar Warsh, Berpeluang Catat Kenaikan Mingguan

Diskon harga emas di India anjlok pekan ini akibat penurunan tajam permintaan, dipicu oleh spekulasi pasar bahwa pemerintah mungkin mempertimbangkan untuk membatalkan kenaikan bea masuk yang baru saja diberlakukan.

Sementara itu, harga perak di pasar spot turun 3,5% menjadi US$ 66,81 per ons dan platinum turun 0,6% menjadi US$ 1.835,07. Sementara harga paladium naik 5,3% menjadi US$ 1.422,25 per ons.