"Spin off" BTN Syariah ditargetkan rampung di 2017



JAKATA. Rencana pemisahan (spin off) unit usaha syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) semakin mendekati final. Emiten berkode saham BBTN ini menargetkan anak usahanya, yakni BTN Syariah menjadi bank umum syariah (BUS) bakal terealisasi pada semester II-2017.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatkan, proses transformasi UUS masih terus berjalan. “Secara korporasi, spin off ini menjadi salah satu prioritas utama perseroan," katanya, selasa (12/4).

Maryono melanjutkan, untuk memuluskan aksi korporsinya pihaknya terus memperdalam studi kelayakan (feasibility study) yang disesuaikan dengan peta jalan yang dimiliki oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


"Studi kelayaan secara komprehensif meliputi persiapan, setoran modal dan pengembangan bisnis syariah ke depan pasca spin off," Imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Syariah Bank BTN Oni Febriarto mengatakan, pembentukan bank umum syariah BTN dapat menjadi alternatif masyarakat dalam pembiayaan perumahan. Selain pembiayaan perumahan, bisnis syariah BTN ini juga bakal fokus pada pengembangan pembiayaan tabungan emas.

"Kami sudah menjalin kerja sama dengan pegadaian dalam bisnis pembiayaan emas. Hal Ini bagian dari sinergi antar BUMN untuk memaksimalkan bisnis kedua perusahaan," katanya.

Sebagai informasi saja, UUS BTN ini memiliki aset sebesar Rp 13,26 triliun pada periode Desember 2015. Aset tersebut tumbuh sebesar 18,92% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp 11,15 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dikky Setiawan