Spindo (ISSP) Ingin Capai Penjualan Rp 6,3 Triliun hingga Tutup Tahun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau Spindo masih optimistis dapat mencapai target bisnis yang dibidik tahun ini. Manajemen perusahaan ingin mencapai penjualan sebesar Rp 6,3 triliun atau tumbuh 17,12% daripada realisasi penjualan pada tahun sebelumnya. 

ISSP memang belum merilis secara resmi laporan keuangan kuartal III-2022. Namun, Corporate Secretary Steel Pipe Industry of Indonesia Johannes W. Edward menyatakan bahwa kinerja perseroan hingga September lalu terpantau cukup positif, baik dari sisi volume maupun nilai penjualan. 

"Sampai saat ini kami lihat penjualan cukup bagus, dari sisi volume dan total nilai penjualan kami cukup optimis dapat mencapai target yang kami tetapkan," ujar Johannes kepada Kontan.co.id, Kamis (13/10). 


Apabila melihat laporan keuangan selama semester I-2022, ISSP tercatat berhasil mencetak pertumbuhan penjualan hingga 44,84% secara tahunan menjadi Rp 3,17 triliun. Di mana pada periode yang sama tahun lalu penjualan ISSP hanya mencapai Rp 2,19 triliun.

Baca Juga: Zyrexindo (ZYRX) Optimistis Pasar Komputer Pribadi Masih Terjaga Hingga Tahun 2023

Capaian ISSP selama enam bulan pertama 2022 masih ditopang oleh penjualan lokal yang berkontribusi sebesar Rp 2,99 triliun atau setara 94% dari total penjualan. Kemudian disusul oleh penjualan ekspor yang senilai Rp 173,51 miliar. 

Meski tetap percaya diri mampu meraih pertumbuhan penjualan, Johannes melihat adanya kekhawatiran memasuki kuartal terakhir tahun ini. Itu disebabkan oleh kondisi ekonomi dunia yang semakin tidak menentu. 

Maka dari itu, belanja pemerintah untuk sektor infrastruktur dan relokasi industri diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan menjelang akhir tahun nanti. 

Johannes menuturkan, hingga saat ini perusahaan telah menyerap dana belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar 75% atau setara Rp 75 miliar dari total capex sebesar Rp 100 miliar yang disiapkan tahun ini. 

"Sejauh ini capex susah terserap sekitar 75% dengan alokasi untuk pembangunan depo, serta maintainance dan peremajaan mesin-mesin," pungkasnya. 

Baca Juga: Pakai Dana IPO, Habco Trans Maritima (HATM) Beli Kapal Rp 251 Miliar dari Pengendali

Terkait rencana ekspansi kapasitas produksi, menurut Johannes pihaknya belum perlu mengeluarkan banyak investasi untuk hal itu. Mengingat utilisisasi produksi saat ini baru mencapai 55%, sehingga masih bisa meng-cover target pertumbuhan tahun depan yang sebesar 20%-30%.

Dari sisi bottom line, ISSP tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 190,80 miliar. Realisasi ini menyusut 24,94% secara tahunan dari sebelumnya Rp 254,19 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi