KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen pipa baja, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) aktif menggelar ekspansi sepanjang 2026. Kali ini, emiten yang juga dikenal dengan nama Spindo tersebut sedang berupaya menuntaskan proyek ekspansi pabrik atau unit produksi ke-7 (Unit 7) yang berada di Gresik, Jawa Timur. Sebagai catatan, saat ini ISSP telah memiliki tujuh fasilitas manufaktur yang tersebar di Surabaya (3 fasilitas), Sidoarjo (1 fasilitas), Pasuruan (1 fasilitas), Karawang (1 fasilitas), dan Gresik (1 fasilitas). Seluruh fasilitas tersebut secara akumulatif memiliki 40 lini produksi yang masing-masing dapat dikalibrasi untuk menghasilkan berbagai jenis pipa baja. Untuk fasilitas di Gresik atau Unit-7, ISSP sedang melaksanakan upaya peningkatan kapasitas produksi. Chief Strategy & Business Development Officer Corporate Secretary & Investor Relations ISSP Johanes W. Edward mengatakan, progres pembangunan Unit 7 sampai saat ini masih berada dalam track yang benar. Baca Juga: Tertekan Sentimen Domestik & Global, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.963 per Dolar AS ISSP sedang melaksanakan proses commisioning mesin Electric Resistance Welded (ERW) berdiameter kecil untuk pipa hingga 8 inci. Selain itu, ISSP juga sudah kedatangan mesin ERW berdiameter besar untuk pipa hingga 24 inci dan sekarang sedang dalam proses pemasangan. "Mesin untuk pipa 8 inci direncanakan akan ditandemkan dengan mesin pipa 8 inci yang sekarang ada di Unit 3, kemudian untuk ke depannya akan dijalankan sepenuhnya di Unit 7," ujar dia, Rabu (22/7). Apabila seluruh mesin di Unit 7 sudah beroperasi, maka ISSP akan memperoleh tambahan kapasitas produksi pipa baja sebesar 70.000 ton per bulan. Rinciannya, mesin ERW untuk pipa 24 inci memiliki kapasitas hingga 50.000 ton per bulan, sedangkan mesin ERW untuk pipa berdiameter 8 inci punya kapasitas 20.000 ton per bulan. Pengoperasian Unit 7 akan dilaksanakan secara bertahap pada semester pertama dan kedua 2026, sehingga dampak operasionalnya baru akan terasa secara penuh pada 2027 mendatang. Pihak ISSP sendiri menyediakan dana investasi sebesar Rp 1,3 triliun untuk proyek Unit 7 sejak 2025 lalu yang berasal dari kas internal perusahaan. Sejauh ini, dana investasi tersebut sudah terserap sekitar 75%. Selain ekspansi Unit 7, ISSP juga sedang melaksanakan pembangunan depo di Karawang, Jawa Barat. Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang ISSP dalam memperluas jangkauan pasar domestik sekaligus daya saing di industri pipa baja nasional. Johanes menyebut, saat ini proyek Depo Karawang sudah mencapai progres sekitar 85%, sehingga ditargetkan dapa beroperasi bulan September 2026 mendatang. ISSP menggelontorkan dana investasi sekitar Rp 30 miliar untuk pengembangan depo tersebut. Baca Juga: Meski Laba Bersih Tertekan, Prospek DCI Indonesia (DCII) Masih Terjaga "Depo ini diharapkan akan membantu distribusi dalam skala lebih kecil di sekitar Jawa Barat dengan produk yang lebih lengkap," imbuh dia. Selain Karawang, sejauh ini ISSP telah memiliki dan mengoperasikan depo di beberapa kota seperti Jakarta Barat, Bandung, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Samarinda, dan Makassar.
Spindo (ISSP) Tambah Kapasitas Produksi Pipa Baja 70.000 Ton, Siapkan Rp 1,3 Triliun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen pipa baja, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) aktif menggelar ekspansi sepanjang 2026. Kali ini, emiten yang juga dikenal dengan nama Spindo tersebut sedang berupaya menuntaskan proyek ekspansi pabrik atau unit produksi ke-7 (Unit 7) yang berada di Gresik, Jawa Timur. Sebagai catatan, saat ini ISSP telah memiliki tujuh fasilitas manufaktur yang tersebar di Surabaya (3 fasilitas), Sidoarjo (1 fasilitas), Pasuruan (1 fasilitas), Karawang (1 fasilitas), dan Gresik (1 fasilitas). Seluruh fasilitas tersebut secara akumulatif memiliki 40 lini produksi yang masing-masing dapat dikalibrasi untuk menghasilkan berbagai jenis pipa baja. Untuk fasilitas di Gresik atau Unit-7, ISSP sedang melaksanakan upaya peningkatan kapasitas produksi. Chief Strategy & Business Development Officer Corporate Secretary & Investor Relations ISSP Johanes W. Edward mengatakan, progres pembangunan Unit 7 sampai saat ini masih berada dalam track yang benar. Baca Juga: Tertekan Sentimen Domestik & Global, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 17.963 per Dolar AS ISSP sedang melaksanakan proses commisioning mesin Electric Resistance Welded (ERW) berdiameter kecil untuk pipa hingga 8 inci. Selain itu, ISSP juga sudah kedatangan mesin ERW berdiameter besar untuk pipa hingga 24 inci dan sekarang sedang dalam proses pemasangan. "Mesin untuk pipa 8 inci direncanakan akan ditandemkan dengan mesin pipa 8 inci yang sekarang ada di Unit 3, kemudian untuk ke depannya akan dijalankan sepenuhnya di Unit 7," ujar dia, Rabu (22/7). Apabila seluruh mesin di Unit 7 sudah beroperasi, maka ISSP akan memperoleh tambahan kapasitas produksi pipa baja sebesar 70.000 ton per bulan. Rinciannya, mesin ERW untuk pipa 24 inci memiliki kapasitas hingga 50.000 ton per bulan, sedangkan mesin ERW untuk pipa berdiameter 8 inci punya kapasitas 20.000 ton per bulan. Pengoperasian Unit 7 akan dilaksanakan secara bertahap pada semester pertama dan kedua 2026, sehingga dampak operasionalnya baru akan terasa secara penuh pada 2027 mendatang. Pihak ISSP sendiri menyediakan dana investasi sebesar Rp 1,3 triliun untuk proyek Unit 7 sejak 2025 lalu yang berasal dari kas internal perusahaan. Sejauh ini, dana investasi tersebut sudah terserap sekitar 75%. Selain ekspansi Unit 7, ISSP juga sedang melaksanakan pembangunan depo di Karawang, Jawa Barat. Proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang ISSP dalam memperluas jangkauan pasar domestik sekaligus daya saing di industri pipa baja nasional. Johanes menyebut, saat ini proyek Depo Karawang sudah mencapai progres sekitar 85%, sehingga ditargetkan dapa beroperasi bulan September 2026 mendatang. ISSP menggelontorkan dana investasi sekitar Rp 30 miliar untuk pengembangan depo tersebut. Baca Juga: Meski Laba Bersih Tertekan, Prospek DCI Indonesia (DCII) Masih Terjaga "Depo ini diharapkan akan membantu distribusi dalam skala lebih kecil di sekitar Jawa Barat dengan produk yang lebih lengkap," imbuh dia. Selain Karawang, sejauh ini ISSP telah memiliki dan mengoperasikan depo di beberapa kota seperti Jakarta Barat, Bandung, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Samarinda, dan Makassar.