KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengusung target yang cukup konservatif dengan mengejar pertumbuhan kinerja sekitar 5% - 10% pada tahun 2026. Produsen pipa baja yang dikenal dengan nama Spindo ini akan mengoperasikan secara bertahap proyek ekspansi pabrik atau unit produksi ke-7. Chief Strategy & Business Development Officer Corporate Secretary & Investor Relation Spindo Johanes W. Edward mengatakan, ISSP mengejar target pertumbuhan 5% - 10% untuk volume penjualan dan laba bersih. Adapun, nilai penjualan ISSP akan bergantung pada harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP), yang bakal dipengaruhi oleh fluktuasi harga baja dunia. Johanes berharap pergerakan harga baja pada tahun ini akan stabil, meski terbuka potensi untuk mengalami fluktuasi dengan rentang perubahan antara 10% - 20%. "Industri baja pada 2026 sebetulnya menjanjikan. Namun demikian, tahun ini jelas banyak juga tantangan yang mengadang," kata Johanes saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (8/1/2026).
Capex Rp 400 Miliar pada 2026
Secara keseluruhan, ISSP mengucurkan investasi sekitar Rp 1,3 triliun untuk Proyek Unit 7. Pendanaan berasal dari kas internal, dengan merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) dalam beberapa tahun (multi-years). Johanes menggambarkan, pada tahun lalu ISSP mengalokasikan capex sekitar Rp 700 miliar. Sementara pada tahun ini, alokasi capex untuk Proyek Unit 7 diproyeksikan menyerap anggaran Rp 300 miliar. ISSP masih mengucurkan capex untuk Unit 7 pada tahun 2027, dengan anggaran sekitar Rp 80 miliar untuk kelanjutan proyek dan pengembangan fasilitas lainnya. Selain ekspansi untuk menambah kapasitas produksi melalui Unit 7, ISSP juga sedang membangun fasilitas depo baru di Plant 5, Karawang. Baca Juga: Sepanjang 2025, Realisasi PNBP Sektor ESDM Capai Rp 243,41 Triliun Pembangunan Depo Karawang menjadi bagian dari strategi ISSP dalam memperkuat daya saing dan memperluas jangkauan pasar domestik. Ekspansi ini merupakan upaya ISSP untuk memperkuat jaringan distribusi dan meningkatkan efisiensi layanan logistik di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Proyek Depo Karawang ditargetkan beroperasi pada kuartal kedua atau kuartal ketiga 2026. Proyek ini menjadi bagian dari fokus capex ISSP, yang secara keseluruhan diproyeksikan mencapai sekitar Rp 400 miliar sepanjang tahun 2026. "Tahun 2026 keseluruhan capex sekitar Rp 400 miliar. Untuk Unit 7 sekitar Rp 300 miliar dan Rp 100 miliar untuk keperluan yang lainnya, termasuk Depo Karawang," tandas Johanes.ISSP Chart by TradingView