KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Solutopia Untuk Nusantara (SPUN) menggandeng PT Privy Identitas Digital (Privy) dalam menghadirkan layanan pengajuan visa digital yang terintegrasi dengan identitas digital bersertifikat elektronik. Kolaborasi ini turut diperkenalkan kepada publik melalui aktivasi edukatif dan interaktif di Stasiun MRT Blok A Jakarta selama 8 Juni 2026 hingga 7 Juli 2026. Melalui integrasi ini, pengguna dapat memulai pengajuan visa langsung dengan Login with Privy di website SPUN, serta melalui fitur Privy Hub di aplikasi Privy tanpa registrasi ulang. Dalam kurun waktu satu bulan sejak integrasi berjalan, ribuan pengguna disebut telah mengakses SPUN melalui identitas digital Privy. Hal ini dinilai mencerminkan kemudahan alur registrasi berdampak langsung pada adopsi pengguna.
CEO dan Co-Founder SPUN, Christa Sabathaly, mengatakan kehadiran aktivasi interaktif di Stasiun MRT Blok A menjadi strategi pihaknya untuk membuktikan bahwa mengurus visa kini bisa semudah memesan tiket pesawat. Pasalnya, Christa melihat visa masih kerap menjadi hambatan lantaran prosesnya yang terasa rumit dan sentimen negatif akibat oknum yang menjanjikan jaminan lolos dengan biaya tinggi.
Baca Juga: Privy Catat Hampir 13 Juta Dokumen Digital Terverifikasi Sejak Awal 2026 "Di sinilah SPUN hadir. Lewat SPUN yang terdaftar resmi sebagai agen perjalanan wisata serta jasa konsultasi pariwisata, masyarakat bisa mengajukan visa secara digital, didukung pendampingan dokumen untuk lebih dari 400 jenis visa di lebih dari 90 negara, dengan garansi uang kembali jika visa ditolak sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026). Christa melanjutkan, ini merupakan kali kedua SPUN mengadakan aktivasi interaktif di stasiun MRT. Pertimbangannya, SPUN melihat stasiun MRT menjadi tempat orang-orang dari berbagai latar belakang bertemu setiap harinya. Dari profesional yang akan menghadiri
conference, pelajar yang bermimpi kuliah di luar negeri, hingga keluarga yang merencanakan liburan pertama mereka ke luar negeri. Dengan integrasi SPUN ke dalam fitur PrivyHub di aplikasi Privy, pengguna yang sudah terverifikasi di Privy bisa langsung mengakses layanan SPUN tanpa harus memulai dari awal. "Harapannya, aktivasi ini SPUN dapat menjangkau ribuan pengguna MRT setiap harinya dan membuktikan bahwa mengurus visa secara digital itu bukan hanya mungkin, tetapi juga menyenangkan," lanjutnya.
Baca Juga: Strategi Privy Optimalkan Keamanan Digital, Dorong Budaya Verifikasi Dokumen di 2026 CEO & Founder Privy, Marshall Pribadi menyampaikan, kolaborasi ini menjadi strategi Privy membangun kepercayaan digital sebagai infrastruktur yang dapat digunakan untuk mengakses berbagai layanan sehari-hari melalui identitas digital yang terpercaya. "Integrasi dengan SPUN melalui kanal PrivyHub kami, merupakan langkah nyata menuju ekosistem digital yang lebih efisien dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia. Seperti halnya dengan ribuan pengguna yang telah onboard di platform SPUN melalui PrivyHub merefleksikan respons positif pengguna terhadap kemudahan akses ke berbagai layanan," ungkap Marshall.
Menyambut kehadiran layanan ini, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda), Farchad Mahfud mengatakan, kehadiran SPUN dan Privy di Stasiun MRT Blok A menjadi contoh bahwa stasiun dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan digital kepada masyarakat melalui akses yang mudah, nyaman, dan terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari. "Kehadiran SPUN dan Privy di Stasiun MRT Blok A menjadi salah satu contoh bagaimana stasiun dapat dimanfaatkan untuk mendekatkan layanan digital kepada masyarakat melalui akses yang mudah, nyaman, dan terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari," kata Farchad.
Baca Juga: Aktivitas Tanda Tangan Elektronik di Privy Naik Hampir 250% YoY pada Kuartal I-2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News