SR025 Ditawarkan, Kemenkeu Targetkan Himpun Rp 20 Triliun



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR025. 

Untuk diketahui, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menetapkan besaran imbal hasil (kupon) SBN Ritel seri SR025 sebesar 6,80% dan 6,90% per tahun untuk tenor tiga dan lima tahun. 

Melansir laman resmi DJPPR, pemerintah menetapkan nominal minimum pemesanan SR025 pada level Rp 1 juta, dengan nominal maksimum pemesanan mencapai Rp 5 miliar untuk SR025-T3 dan Rp10 miliar untuk SR025-T5. 


Baca Juga: Bitcoin Naik 20% dalam 48 Jam, Portofolio Strategy Kembali Untung

Adapun DJPPR menyelenggarakan masa penawaran produk ini pada periode 21 Agustus-16 September 2026. SR025-T3 nantinya akan jatuh tempo pada 10 September 2029 dan SR025-T5 pada 10 September 2031.

Direktur Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan, mengatakan penetapan kupon tersebut tentunya telah mempertimbangkan referensi tingkat imbal hasil (yield) di pasar yang berkesesuaian.

“Perbedaan dengan kupon ORI030 yang belum lama selesai masa penawarannya mencerminkan perbedaan kondisi pasar antara keduanya saat ditawarkan,” ujar Deni kepada Kontan, Jumat (21/8/2026).

Diketahui, akhir bulan lalu masa penawaran ORI030 telah ditutup. SBN ritel tersebut berhasil menyedot dana hingga Rp 40 triliun karena tingginya minat investor ritel. Saat itu, ORI030 ditawarkan dengan kupon 6,90% untuk tenor tiga tahun (ORI030-T3) dan 7,00% per tahun untuk tenor enam tahun (ORI030-T6). 

Meski kupon yang ditawarkan pada SR025 berada di bawah seri SBN ritel sebelumnya, DJPPR melihat tingkat imbal hasil yang ditawarkan SR025 masih cukup menarik bagi investor ritel. Pemerintah pun optimistis target tersebut dapat tercapai hingga akhir masa penawaran.

“Disamping itu, format syariah dari SR juga memiliki basis investor captive. Berkenaan dengan hal tersebut, kami optimis target indikatif SR025 sebesar Rp20 triliun akan dapat tercapai,” pungkas Deni.

Baca Juga: INPP Tebar Dividen Interim Rp 50,32 Miliar, Cek Potensi Yield dan Jadwalnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News