KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali menawarkan Sukuk Ritel (SR) seri SR025 mulai 21 Agustus hingga 16 September 2026. Instrumen investasi berbasis syariah ini diperkirakan tetap diminati, meski berpeluang tidak mampu menyamai capaian penjualan ORI030 yang berhasil menghimpun dana hingga Rp 40 triliun. Di tengah pasar yang masih volatil dan suku bunga yang relatif tinggi, SBN ritel dinilai menjadi salah satu pilihan investasi yang menarik bagi investor konservatif.
SR025 juga menawarkan kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan serta dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
Baca Juga: SR025 Ditawarkan, Kemenkeu Targetkan Himpun Rp 20 Triliun Chief Operating Officer (COO) Bareksa Ni Putu Kurniasari mengatakan, kondisi pasar dan tingkat suku bunga saat ini menjadi penopang minat terhadap SR025. “SR025 berpotensi menawarkan imbal hasil yang relatif menarik bagi investor,” kata Putu saat dihubungi Kontan, Kamis (20/8/2026). Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman menilai daya tarik SR025 akan sangat bergantung pada tingkat kupon yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, arah
yield SBN, suku bunga, inflasi, dan stabilitas rupiah turut menentukan minat investor. Menurut Rizal, SR025 memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari karakteristik syariah, kupon tetap, risiko yang relatif rendah, hingga peluang diperdagangkan di pasar sekunder. Faktor tersebut membuka ruang bagi pemerintah untuk memperluas basis investor. Namun, pemerintah perlu berhati-hati dalam menetapkan kupon. Tingkat imbal hasil harus cukup kompetitif untuk menarik investor, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga memperbesar biaya utang dan beban bunga APBN.
Baca Juga: Resmi Dirilis! Pemerintah Tawarkan SR025 dengan Kupon Tetap 6,80% dan 6,90% Peluang permintaan SR025 tetap terbuka, terutama karena adanya potensi reinvestasi dari dana investor yang berasal dari SBN yang jatuh tempo. Minat terhadap instrumen pendapatan tetap juga masih relatif kuat. Meski demikian, permintaan SR025 belum tentu menyamai ORI030. Investor akan membandingkan imbal hasil SR025 dengan deposito, SBN di pasar sekunder, maupun instrumen investasi lainnya. “
Pricing harus menarik bagi investor sekaligus menjaga keberlanjutan beban bunga APBN,” ujar Rizal. Rizal memperkirakan kupon SR025 berpotensi lebih menarik dibandingkan SR024 yang menawarkan kupon 5,55%-5,90%. Sebagai pembanding, ORI030 menawarkan kupon 6,90%-7,00%. Bareksa mengindikasikan kupon SR025 tenor tiga tahun (SR025T3) berada di kisaran 6,6%-7%, sedangkan tenor lima tahun (SR025T5) diperkirakan 6,7%-7,1%.
Baca Juga: SR025 Siap Ditawarkan, Ini Proyeksi Kupon dan Prospeknya bagi Investor Dengan kisaran tersebut, peluang SR025 mencatat penjualan tinggi dinilai cukup terbuka. Karakteristik syariah juga menjadi nilai tambah karena memiliki basis investor tersendiri. SR025 menjadi salah satu dari empat SBN ritel yang masih akan diterbitkan pemerintah hingga akhir 2026. Tiga instrumen lainnya adalah CWLS Ritel seri SWR007, Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR015, dan Sukuk Tabungan (ST) seri ST017. Secara keseluruhan, target penerbitan SBN ritel pemerintah sepanjang 2026 diperkirakan mencapai Rp 150 triliun hingga Rp 170 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News