Sri Mulyani: ASEAN Berhasil Menekan Angka Eksklusi Ekonomi



KONTAN.CO.ID - BADUNG. Kelompok kerja negara-negara di kawasan ASEAN berhasil menekan angka eksklusi keuangan. eksklusi keuangan merupakan kondisi di saat orang mengalami kesulitan untuk mengakses atau menggunakan jasa keuangan. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, level eksklusi keuangan ASEAN pada tahun 2022 berada di rata-rata 22,72%. Ini sudah melebihi target yang pernah ditetapkan ASEAN, yaitu mencapai level 30% di tahun 2025. 

"Data terakhir menunjukkan, eksklusi finansial pada tahun 2022 berada di level 22,72% atau sudah melebihi target eksklusi finansial pada tahun 2025 yang sebesar 30%," terang Sri Mulyani dalam High Level Dialogue, Rabu (29/3). 


Baca Juga: Jalur Keuangan ASEAN Bahas Soal Risiko Aset Kripto

Namun, Sri Mulyani berpesan bahwa ASEAN tak boleh puas dan berhenti sampai di sini. Masih ada ruang bagi ASEAN untuk terus menekan angka eksklusi ekonomi. 

Inklusi ekonomi akan membawa banyak manfaat untuk perekonomian ASEAN, termasuk bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

Terlebih, UMKM memiliki sumbangan besar bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Termasuk di dalamnya, menciptakan lapangan kerja juga memberdayakan perempuan dan anak muda. 

Dengan demikian, adanya inklusi ekonomi akan bermuara pada perbaikan pertumbuhan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati