KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia terus melakukan penyesuaian kebijakan dalam menghadapi situasi perekonomian yang sangat dinamis saat ini. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun ini menjadi tahun pemulihan bagi banyak negara. Namun, kata Sri Mulyani, pemulihan ekonomi dibayangi kenaikan harga (inflasi) global akibat gangguan pasokan, terutama pada pangan dan energi, serta akibat adanya konflik di Ukraina. Hal ini juga tentunya menjadi tantangan baru bagi proses pemulihan. “Kami harus benar-benar selalu berpikiran terbuka dan menyesuaikan kebijakan kami. Jadi, kalibrasi dan rekalibrasi sangat diperlukan. Ini juga yang diskusikan oleh forum G20 dan kita semua benar-benar melihat. Ini tidak seperti satu kebijakan atau arah yang dogmatis, tapi kita harus melihat data dan apa yang perlu didesain ulang dari sisi kebijakan kita,” tutur Sri Mulyani dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (14/6).
Sri Mulyani: Kalibrasi Kebijakan Penting untuk Hadapi Dinamika Global
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia terus melakukan penyesuaian kebijakan dalam menghadapi situasi perekonomian yang sangat dinamis saat ini. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, tahun ini menjadi tahun pemulihan bagi banyak negara. Namun, kata Sri Mulyani, pemulihan ekonomi dibayangi kenaikan harga (inflasi) global akibat gangguan pasokan, terutama pada pangan dan energi, serta akibat adanya konflik di Ukraina. Hal ini juga tentunya menjadi tantangan baru bagi proses pemulihan. “Kami harus benar-benar selalu berpikiran terbuka dan menyesuaikan kebijakan kami. Jadi, kalibrasi dan rekalibrasi sangat diperlukan. Ini juga yang diskusikan oleh forum G20 dan kita semua benar-benar melihat. Ini tidak seperti satu kebijakan atau arah yang dogmatis, tapi kita harus melihat data dan apa yang perlu didesain ulang dari sisi kebijakan kita,” tutur Sri Mulyani dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa (14/6).