Sritex mengincar laba US$ 49 juta



JAKARTA. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) berupaya menaikkan pencapaian keuntungan. Tahun ini, SRIL membidik perolehan laba US$ 49,23 juta. Angka tersebut naik 10% dari realisasi laba di 2014.

Sekretaris Perusahaan SRIL Welly Salam mengakui bahwa pertumbuhannya memang tak setinggi tahun lalu. Sepanjang 2014, laba SRIL melejit 51,26% dari US$ 29,59 juta menjadi US$ 44,76 juta. Ia menjelaskan bahwa di tahun lalu, ada deviasi karena perubahan laporan keuangan dari denominasi Rupiah menjadi Dollar.

Welly bilang, melejitnya raihan laba 2014 itu dikontribusi oleh beberapa faktor. Pertama adalah efisiensi produksi. Kedua, SRIL mendapatkan keringanan pajak penghasilan (PPh) dari 25% menjadi 20%. Soalnya, porsi saham publik SRIL melebihi 40%.


Ketiga, rugi kurs yang menurun 81,68% dari US$ 11,63 juta menjadi US$ 2,13 juta. Keempat, SRIL baru saja perubahan pembukuan laporan keuangannya dari Rupiah menjadi Dollar membuat nilai biayanya mengecil.

Kemudian, perusahaan yang akrab dengan nama Sritex ini menargetkan pendapatannya naik 7% menjadi US$ 593,44 juta. Welly beralasan, rendahnya pertumbuhan itu karena kapasitas produksinya yang hampir penuh. Maka dari itu, penopang pertumbuhan SRIL di tahun ini adalah usaha efisiensi produksi. Selain itu, SRIL juga akan menggenjot penjualan ke produk yang memberi nilai tambah.

"Ke produk premium. Saat ini belum besar, maka akan diperbanyak terus," ucapnya kepada KONTAN, Senin, (23/3).

Sepanjang 2014, pendapatan SRIL meningkat 23,06% dari US$ 450,68 juta ke posisi US$ 554, 62 juta. Lalu beban pokok penjualannya naik 22,32% dari US$ 353,32 juta menjadi US$ 432,2 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti