KONTAN.CO.ID - CIKARANG. PT ST Telemedia Global Data Centers Indonesia menyebutkan bisnis data center di Indonesia memiliki tantangan dan peluang masing-masing. Hendrikus Hendra Gozali, Country Head STT GDC Indonesia menyebutkan bisnis data center di Indonesia masih terbilang baru sehingga masih membutuhkan talent atau sumber daya manusia. "Tantangan utamanya adalah talent atau orang yang bisa bergerak di data center. Lalu, berikutnya adalah persaingan dengan negara tetangga. Bagaimana kita lebih kompetitif dengan negara tetangga?" ujarnya saat ditemui di STT GDC Indonesia yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/8).
Kata Hendrikus, hal tersebut merupakan tantangan bersama yang dihadapi pelaku bisnis data center di Indonesia. Hendrikus bilang, saat ini STT GDC Indonesia memiliki ekosistem yang dapat menjawab tantangan tersebut. Dia percaya keberadaan data center juga perlu terhubung dengan dunia nyata melalui Indonesia Internet Exchange (IIX) sehingga siapapun dapat menaruh dan mengakses data dengan cepat. "Jadi kita bersama-sama dengan APJII menjawab tantangan tersebut," imbuhnya. Baca Juga: BDDC Resmikan Fasilitas Pusat Data Tier IV di Jakarta Timur Hendrikus mengatakan gedung data center yang dibangun di kawasan Deltamas, Cikarang ini sudah memenuhi standar keamanan tinggi. Tak hanya dari segi infrastruktur tetapi juga dari standar keamanan fisik yang diberlakukan. Cucu dari perusahaan Temasek ini juga memiliki sistem keamanan siber yang sendiri untuk penggunanya. Terkait dengan investasi yang digelontorkan dalam pembangunan gedung data center, Hendrikus mengakui belum bisa membuka angka secara gamblang. Namun nilainya mencapai lebih dari Rp1 triliun. "Besarannya, kami belum bisa ungkapkan, namun memang mahal di atas Rp1 triliun jika dikonversi ke rupiah. Kami mulai pembangunan pada tahun 2000 dan akhir 2021 sudah beroperasi," jelasnya.