ST017 Berpeluang Capai Target, Imbal Hasil yang Capai 7,05% Jadi Daya Tarik Investor



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penawaran Sukuk Tabungan (ST) seri ST017 berpeluang mendapat sambutan positif dari investor. Tingkat imbal hasil yang ditawarkan cukup menarik, bahkan menjadi yang tertinggi sepanjang 2026.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, daya tarik ST017 terutama berasal dari besaran spread kupon terhadap suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Spread tersebut mencapai 120 basis poin untuk tenor dua tahun dan 130 basis poin untuk tenor empat tahun.

"Selain itu, karakteristik floating with floor juga menjadi menarik di tengah era suku bunga higher for longer," ujar David kepada Kontan, Jumat (6/11/2026).


Baca Juga: Biaya Operasional Tekan Laba MTEL, Prospek Bisnis Menara Masih Terbuka

Sebagai informasi, ST017 menawarkan imbal hasil minimum 6,95% untuk tenor dua tahun dan 7,05% untuk tenor empat tahun. Kuponnya bersifat mengambang dengan batas minimum, sehingga dapat naik mengikuti perubahan BI-Rate.

Meski begitu, David mengatakan ada tantangan yang perlu diperhatikan dalam penawaran ST017. Salah satunya adalah karakteristik instrumen yang tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

"Karakteristik non tradable menjadi salah satu tantangan dlm penawaran ST017. Meski ada early redemption, namun instrumen ini tetap menarik bagi investor jangka menengah, bukan sebagai dana darurat jangka pendek,” jelasnya.

Kendati demikian, David memperkirakan penghimpunan dana ST017 masih berpeluang mencapai target pemerintah. Realisasi penjualan akan bergantung pada sejumlah faktor, termasuk besaran spread terhadap suku bunga acuan dan kondisi likuiditas masyarakat.

Menurutnya, periode akhir tahun berpotensi memengaruhi minat masyarakat untuk berinvestasi. Pasalnya, sebagian dana biasanya dialokasikan untuk kebutuhan liburan dan pengeluaran lainnya.

Selain itu, ST017 juga harus bersaing dengan instrumen investasi lain, seperti saham, deposito, valuta asing, dan reksadana. Investor akan membandingkan potensi imbal hasil sekaligus fleksibilitas masing-masing instrumen sebelum menentukan alokasi dananya.

Baca Juga: Ultra Jaya (ULTJ) dan Garuda Indonesia (GIAA) Gelar Rights Issue, Simak Prospeknya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News