ST017 Ditargetkan Himpun Rp 15 T, Penerbitan SBN Ritel 2026 Bisa Tembus Rp 156 T



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan penerbitan Sukuk Tabungan (ST) seri ST017 dengan target penghimpunan dana sebesar Rp 15 triliun. Kehadiran seri ini menjadi penawaran terakhir SBN ritel pemerintah pada 2026.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, ST017 merupakan bagian dari strategi pembiayaan pemerintah yang telah disusun untuk tahun ini.

"Target awal sebesar Rp 15 triliun untuk keseluruhan penawaran tenor 2 tahun dan 4 tahun. Target tersebut telah diperhitungkan dalam rencana penerbitan SBN ritel tahun 2026, sehingga bukan merupakan tambahan di luar rencana pembiayaan yang telah disusun," ujar Deni kepada Kontan, Jumat (6/11/2026).


Untuk diketahui, ST017 menawarkan dua pilihan tenor, yakni dua tahun dan empat tahun. Pemerintah memberikan keleluasaan dalam pembagian target penjualan kedua tenor tersebut sesuai dengan respons investor selama periode penawaran.

"Alokasi untuk masing-masing tenor bersifat fleksibel, mengikuti minat investor selama masa penawaran. Berdasarkan pengalaman penerbitan sebelumnya, tenor 2 tahun umumnya lebih diminati masyarakat," jelasnya.

Baca Juga: Kemenkeu Optimistis Minat Masyarakat Terjaga, Himpunan Dana ST017 Ditargetkan Rp 15 T

Deni memperkirakan, enam seri SBN ritel yang telah diterbitkan sebelumnya dapat menghimpun dana sekitar Rp 141,32 triliun. Jika target ST017 tercapai, total penerbitan SBN ritel tahun ini berpeluang menyentuh Rp 156 triliun.

Berdasarkan data penerbitan 2026, penjualan SBN ritel konvensional atau Surat Utang Negara (SUN) ritel mencapai sekitar Rp 71,45 triliun. Sementara itu, penerbitan SBN ritel berbasis syariah atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel tercatat sebesar Rp 69,88 triliun.

Dari kelompok SUN ritel, Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI030 menjadi penerbitan terbesar dengan nilai Rp 40 triliun. Adapun di kelompok SBSN ritel, Sukuk Ritel (SR) seri SR025 mencatat penghimpunan Rp 29,77 triliun.

Deni bilang, penetapan target dan tingkat imbal hasil ST017 mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan APBN, kondisi pasar keuangan, serta keseimbangan antara daya tarik investasi dan efisiensi biaya pembiayaan pemerintah.

Baca Juga: ST017 Ditawarkan Mulai Hari Ini, Tenor Dua Tahun Diproyeksi Lebih Kompetitif

Asal tahu saja, ST017 menawarkan imbal hasil minimum 6,95% untuk tenor dua tahun dan 7,05% untuk tenor empat tahun. Instrumen ini menggunakan skema imbal hasil mengambang dengan batas minimum atau floating with floor. Artinya, imbal hasil berpeluang naik mengikuti kenaikan BI-Rate, tetapi tidak akan turun di bawah tingkat minimum yang telah ditetapkan.

Deni optimistis minat masyarakat terhadap ST017 tetap terjaga, terutama dari investor yang memiliki preferensi terhadap instrumen investasi syariah. Salah satu peluangnya berasal dari dana investor yang kembali tersedia setelah Sukuk Tabungan seri ST013 tenor dua tahun jatuh tempo pada 10 November 2026.

Untuk memperluas jangkauan investor, pemerintah menggandeng 33 mitra distribusi dalam pemasaran ST017. Masyarakat dapat melakukan pemesanan secara daring dengan nilai minimum Rp 1 juta selama masa penawaran yang berlangsung pada 6 November hingga 2 Desember 2026.

Baca Juga: Kemenkeu Tawarkan Sukuk Tabungan ST017 Hari Ini (6/11), Imbal Hasil 6,95% dan 7,05%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News