KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia memasuki awal April 2026 dengan latar belakang eksternal jangka pendek yang dinilai sedikit membaik setelah pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran. Gencatan senjata itu membantu meredakan tekanan pada harga minyak dan mendukung penguatan rupiah. Meski demikian, Fithra Faisal, Senior Macro Strategist Samuel Sekuritas Indonesia melihat kondisi makro masih rapuh, karena cadangan devisa Bank Indonesia (BI) terus menurun pada bulan Maret 2026 akibat intervensi aktif untuk menstabilkan nilai tukar di tengah tingginya yield global dan ketegangan geopolitik. “Penurunan cadangan ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal sebelumnya cukup kuat, meskipun pendekatan BI tetap fokus pada stabilisasi volatilitas, bukan mempertahankan level nilai tukar tertentu,” ujar Fithra dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
Stabilitas Global dan Kebijakan Domestik Jadi Penentu Arah Ekonomi Kuartal II–2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia memasuki awal April 2026 dengan latar belakang eksternal jangka pendek yang dinilai sedikit membaik setelah pengumuman gencatan senjata sementara antara AS dan Iran. Gencatan senjata itu membantu meredakan tekanan pada harga minyak dan mendukung penguatan rupiah. Meski demikian, Fithra Faisal, Senior Macro Strategist Samuel Sekuritas Indonesia melihat kondisi makro masih rapuh, karena cadangan devisa Bank Indonesia (BI) terus menurun pada bulan Maret 2026 akibat intervensi aktif untuk menstabilkan nilai tukar di tengah tingginya yield global dan ketegangan geopolitik. “Penurunan cadangan ini menunjukkan bahwa tekanan eksternal sebelumnya cukup kuat, meskipun pendekatan BI tetap fokus pada stabilisasi volatilitas, bukan mempertahankan level nilai tukar tertentu,” ujar Fithra dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).
TAG: