KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kerugian ekonomi akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tergolong tinggi di kawasan ASEAN, terutama dari kendaraan roda dua. Nilainya diperkirakan mencapai 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), setara dengan total belanja nasional sektor kesehatan. Kondisi ini menegaskan bahwa keselamatan pengendara motor telah menjadi persoalan serius nasional. Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano, menilai penanganan keselamatan jalan di Indonesia masih berjalan parsial. Upaya peningkatan perilaku pengguna jalan belum diimbangi dengan penguatan standar dan teknologi keselamatan kendaraan yang memadai. Menurut Rio, sejumlah negara berhasil menekan angka kecelakaan karena memiliki ekosistem advokasi keselamatan jalan yang kuat dan konsisten. Ia mencontohkan India, di mana organisasi non-pemerintah aktif mendorong kebijakan keselamatan yang didengar dan ditindaklanjuti pemerintah hingga melahirkan regulasi konkret.
Standar Keselamatan Jalan di Indonesia Dinilai Masih Tertinggal
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kerugian ekonomi akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih tergolong tinggi di kawasan ASEAN, terutama dari kendaraan roda dua. Nilainya diperkirakan mencapai 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), setara dengan total belanja nasional sektor kesehatan. Kondisi ini menegaskan bahwa keselamatan pengendara motor telah menjadi persoalan serius nasional. Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano, menilai penanganan keselamatan jalan di Indonesia masih berjalan parsial. Upaya peningkatan perilaku pengguna jalan belum diimbangi dengan penguatan standar dan teknologi keselamatan kendaraan yang memadai. Menurut Rio, sejumlah negara berhasil menekan angka kecelakaan karena memiliki ekosistem advokasi keselamatan jalan yang kuat dan konsisten. Ia mencontohkan India, di mana organisasi non-pemerintah aktif mendorong kebijakan keselamatan yang didengar dan ditindaklanjuti pemerintah hingga melahirkan regulasi konkret.