WASHINGTON. World bank baru saja mengeluarkan laporan berjudul “The puppet masters: How the corrupt use legal structures to hide stolen assets and what to do about it”. Laporan ini mengenai studi komprehensif yang memeriksa jaringan korupsi berskala besar dari para pejabat publik dan membongkar aset-aset yang sudah diambil oleh perusahaan jadi-jadian (baik dalam bentuk perusahaan, yayasan, maupun gabungan perusahaan/trust). “Kita harus bisa membuat transparansi perusahaan masuk menjadi agenda nasional dan internasional,” tutur Emile van der Does de Willebois World Bank Senior Financial Sector Specialist yang memimpin StAR . Stolen Asset Recovery Initiative (StAR) adalah proyek kerjasama World Bank dan United Nations Office on Drugs and Crime untuk mendukung upaya pemberantasan dana-dana korupsi yang selama ini bisa bergerak dengan leluasa. Misalnya saja dalam kasus Anglo Leasing di Kenya. Pada tahun 2002 pemerintah mengundang para pengusaha untuk bisa mengikuti tender proyek penggantian sistem printing paspor. Dalam tender ini Pemerintah Kenya bukannya menerima tawaran dari sebuah perusahaan Prancis senilai € 6 juta, mereka malah memilih untuk menandatangani kontrak senilai € 31,89 juta dengan Anglo-Leasing and Finance Ltd. Perusahaan itu bisa dikatakan perusahaan tidak terkenal dari Inggris dengan alamat kantor PO Box di Liverpool.
StAR menemukan jaringan korupsi di dunia makin merajalela
WASHINGTON. World bank baru saja mengeluarkan laporan berjudul “The puppet masters: How the corrupt use legal structures to hide stolen assets and what to do about it”. Laporan ini mengenai studi komprehensif yang memeriksa jaringan korupsi berskala besar dari para pejabat publik dan membongkar aset-aset yang sudah diambil oleh perusahaan jadi-jadian (baik dalam bentuk perusahaan, yayasan, maupun gabungan perusahaan/trust). “Kita harus bisa membuat transparansi perusahaan masuk menjadi agenda nasional dan internasional,” tutur Emile van der Does de Willebois World Bank Senior Financial Sector Specialist yang memimpin StAR . Stolen Asset Recovery Initiative (StAR) adalah proyek kerjasama World Bank dan United Nations Office on Drugs and Crime untuk mendukung upaya pemberantasan dana-dana korupsi yang selama ini bisa bergerak dengan leluasa. Misalnya saja dalam kasus Anglo Leasing di Kenya. Pada tahun 2002 pemerintah mengundang para pengusaha untuk bisa mengikuti tender proyek penggantian sistem printing paspor. Dalam tender ini Pemerintah Kenya bukannya menerima tawaran dari sebuah perusahaan Prancis senilai € 6 juta, mereka malah memilih untuk menandatangani kontrak senilai € 31,89 juta dengan Anglo-Leasing and Finance Ltd. Perusahaan itu bisa dikatakan perusahaan tidak terkenal dari Inggris dengan alamat kantor PO Box di Liverpool.