KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Starbucks menghadapi sorotan setelah membuka dua gerai pertamanya di Xinjiang, China. Seorang legislator Amerika Serikat (AS) mendesak perusahaan kopi tersebut menutup gerainya di wilayah yang menjadi pusat kontroversi terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap masyarakat Uyghur. John Moolenaar, Ketua Select Committee on China di House of Representatives AS, meminta Starbucks segera membatalkan ekspansinya di Xinjiang. Ia menilai keputusan perusahaan untuk beroperasi di wilayah tersebut bertentangan dengan citra Starbucks sebagai perusahaan yang menjunjung tanggung jawab sosial. "Ini adalah keputusan yang mengejutkan dan secara moral bangkrut dari sebuah perusahaan yang membanggakan diri atas tanggung jawab sosialnya," kata Moolenaar dalam pernyataan yang diterbitkan pada Kamis (2/10/2026).
Starbucks Buka Gerai Pertama di Xinjiang China, Legislator AS Minta Ditutup
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Starbucks menghadapi sorotan setelah membuka dua gerai pertamanya di Xinjiang, China. Seorang legislator Amerika Serikat (AS) mendesak perusahaan kopi tersebut menutup gerainya di wilayah yang menjadi pusat kontroversi terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap masyarakat Uyghur. John Moolenaar, Ketua Select Committee on China di House of Representatives AS, meminta Starbucks segera membatalkan ekspansinya di Xinjiang. Ia menilai keputusan perusahaan untuk beroperasi di wilayah tersebut bertentangan dengan citra Starbucks sebagai perusahaan yang menjunjung tanggung jawab sosial. "Ini adalah keputusan yang mengejutkan dan secara moral bangkrut dari sebuah perusahaan yang membanggakan diri atas tanggung jawab sosialnya," kata Moolenaar dalam pernyataan yang diterbitkan pada Kamis (2/10/2026).