Starbucks Indonesia akan masuk bursa



JAKARTA. Di saat IHSG terus memperbarui rekornya, bursa saham Indonesia bakal kedatangan tamu menarik. Kabar terbaru, PT MAP Boga Adiperkasa (MBA), anak usaha PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), akan menggelar penawaran perdana saham dan go public sekitar 20% saham ke Bursa Efek Indonesia.

MAP Boga Adiperkasa merupakan pemegang lisensi gerai kopi Starbucks di Indonesia. Nama besar Starbucks sebagai perusahaan global, jelas krusial.

Tak hanya mendongkrak MBA, nama besar perusahaan gerai kopi dunia itu bisa mendongkrak pamor bursa saham lokal. Dus, sejumlah kalangan menilai initial public offering (IPO) ini bisa menjadi sentimen positif bagi bursa lokal.


Sejauh ini, MAPI belum memastikan kapan aksi korporasi MBA ini berlangsung. "Saat ini, belum bisa bicara dan konfirmasi, kami harus menunggu OJK," ujar Fetty Kwartati, Sekretaris Perusahaan MAPI, usai menggelar mini expose proses IPO MBA, Rabu (5/4).

Saat ini MBA mengendalikan empat anak usaha di segmen makanan dan minuman atau food and beverage (F&B), yakni PT Sari Coffee Indonesia yang mengelola Starbucks, PT Sari Pizza Indonesia dengan Pizza Express, PT Premier Doughnut Indonesia mengelola Krispy Kreme dan PT Sari IceCream Indonesia yang mengusung Cold Stone dan Godiva.

Memang, belum jelas nilai valuasi MBA. Namun sebagai gambaran, pertengahan tahun lalu, perusahaan investasi global General Atlantic menanamkan investasinya di MBA. Kala itu, General Atlantic menyerap obligasi tanpa bunga (zero coupon)senilai Rp 1,08 triliun yang diterbitkan MAPI.

Surat utang ini dapat dikonversi menjadi 29,9% saham MBA. Jika mengacu perhitungan itu, nilai 100% saham MBA setara dengan sekitar Rp 3,61 triliun.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat menyatakan, dalam proses IPO nanti MBA akan menawarkan 20% saham. MAPI menunjuk Indopremier Securities sebagai penjamin emisi. "Dana IPO akan digunakan untuk ekspansi, pengembangan usaha dan menambah brand," ujar Samsul, kemarin.

Kepala Riset Koneksi Capital Alfred Nainggolan menilai, adanya perjanjian antara General Atlantic dan MAPI membuat proses IPO menarik. Ini menandakan, kian banyak mitra investasi akan bernilai positif. "Struktur permodalan juga bisa lebih baik," kata dia.

Dengan IPO, MBA akan membuat investor menjadi lebih nyaman, termasuk General Atlantic. Sebab, bila sebelumnya hanya bertanggungjawab kepada induk usaha, setelah IPO, MBA akan bertanggungjawab ke publik.

Head of Research Infinitum Advisory Agustini Hamid berpendapat, biasanya perusahaan asing yang ingin membenamkan investasinya ke pemain lokal mengharapkan perusahaan itu IPO. Keuangan akan dibuka dan lebih transparan. "Mereka juga akan lebih mudah ekspansi," ujar dia. Tapi rencana MBA menjual 20% saham terbilang kecil.

Yang pasti, tahun ini adalah saat yang tepat IPO. Sebab, bursa saham sedang bullish, banyak sentimen positif termasuk sentimen proyek infrastruktur. "Bagi investor, ini sangat potensial, Indonesia juga menunggu peringkat dari S&P," kata Agustini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia