Starbucks Menang Gugatan Investor Terkait Tuduhan Menyembunyikan Penurunan Penjualan



KONTAN.CO.ID - Starbucks memenangkan gugatan hukum yang diajukan para pemegang saham terkait dugaan menyesatkan investor mengenai penurunan penjualan di Amerika Serikat (AS) dan China, dua pasar terbesar perusahaan.

Hakim Pengadilan Distrik AS di Seattle, John Chun, memutuskan untuk membatalkan gugatan tersebut.

Dalam putusannya yang dikeluarkan pada Rabu (15/7/2026), Chun menyatakan penjelasan Starbucks lebih meyakinkan dibandingkan tuduhan para pemegang saham.


Baca Juga: FATF Soroti Maraknya Pencucian Uang dan Penipuan Lewat Kripto

Hakim menilai mantan Chief Executive Officer (CEO) Starbucks Laxman Narasimhan memang sedang membahas tren penjualan pada kuartal yang baru berakhir saat berbicara dalam konferensi dengan analis pada Januari 2024, bukan berupaya menyembunyikan kondisi penjualan yang sedang berlangsung seperti yang dituduhkan penggugat.

Menurut Chun, penjelasan tersebut "setidaknya sama kuatnya" dengan klaim para pemegang saham bahwa Narasimhan sengaja memberikan gambaran yang menyesatkan mengenai kondisi penjualan perusahaan.

Putusan ini membalik keputusan sebelumnya pada November tahun lalu yang sempat mengizinkan perkara tersebut berlanjut ke proses persidangan.

Hingga Kamis (16/7), kuasa hukum para pemegang saham yang dipimpin oleh tiga dana pensiun dari New York belum memberikan tanggapan atas putusan tersebut.

Gugatan tersebut muncul setelah harga saham Starbucks anjlok sekitar 16% pada 1 Mei 2024, sehari setelah perusahaan memangkas proyeksi penjualan tahunan dan melaporkan penjualan di gerai yang telah beroperasi (same-store sales) turun 4,4% pada kuartal terbaru.

Baca Juga: Fender Gugat Thomann di Jerman, Sengketa Hak Cipta Gitar Stratocaster Memanas

Penurunan tersebut dipicu melemahnya penjualan di dua pasar utama Starbucks, yakni turun 3% di Amerika Serikat dan 11% di China.

Setelah Narasimhan digantikan, CEO Starbucks saat ini, Brian Niccol, menjalankan strategi pemulihan bertajuk "Back to Starbucks".

Program tersebut berfokus pada penyederhanaan menu, mempercepat waktu pelayanan, meningkatkan kualitas gerai dan teknologi di toko, serta menutup gerai-gerai yang berkinerja kurang baik.

Melalui strategi tersebut, Starbucks berharap dapat meningkatkan kembali kinerja operasional dan memulihkan pertumbuhan penjualan di pasar-pasar utamanya.

TAG: