STARFINDO Bidik Perluasan Investasi dan Pasar Global untuk Startup Industri



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Startup for Industry Indonesia (STARFINDO) menargetkan penguatan ekosistem startup industri melalui perluasan akses investasi, hilirisasi inovasi, hingga pembukaan pasar internasional pada periode kepengurusan 2026-2029.

Target tersebut menjadi fokus kepengurusan baru STARFINDO yang dipimpin Maulana Wiga setelah resmi dilantik oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Changhong Indonesia Perpanjang Garansi Produk hingga 25 Tahun


Maulana terpilih sebagai Ketua Umum STARFINDO periode 2026-2029 melalui pemilihan yang digelar pada 7 Juli 2026.

Maulana mengatakan, kepengurusan baru akan mengarahkan organisasi agar tidak sekadar menjalankan agenda rutin, tetapi juga meningkatkan daya saing startup industri melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Saya diarahkan untuk memperkuat posisi startup Indonesia di tengah perubahan dunia yang semakin cepat. Amanah ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pemilihan, melainkan tanggung jawab untuk membawa startup industri Indonesia naik kelas," ujar Maulana dalam keterangan resmi, Kamis (6/8/2026).

Perluas Akses Pendanaan

Menurut Maulana, salah satu tantangan utama yang masih dihadapi startup industri adalah terbatasnya akses terhadap pendanaan dan pasar yang lebih luas.

Karena itu, STARFINDO akan mendorong kemitraan antara startup dengan investor maupun perusahaan industri.

Baca Juga: Toyota Buka Peluang Hadirkan Avanza Hybrid, Veloz Hybrid Raih 16.000 SPK

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses komersialisasi berbagai inovasi yang dikembangkan startup.

Selain pendanaan, STARFINDO juga akan memperluas kerja sama internasional untuk membuka akses startup Indonesia ke rantai pasok global.

Upaya tersebut sekaligus ditujukan untuk meningkatkan adopsi teknologi di sektor industri nasional.

Maulana mengatakan STARFINDO juga akan memperkuat kolaborasi antara startup, pelaku industri, pemerintah, investor dan perguruan tinggi.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk mempercepat hilirisasi inovasi sehingga teknologi yang dikembangkan startup dapat dimanfaatkan secara langsung oleh industri dan memberikan nilai ekonomi.

Baca Juga: Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Perkuat Wholesale Connectivity

Perkuat Tata Kelola

Selain fokus pada pengembangan ekosistem, STARFINDO akan melakukan pembenahan dari sisi internal organisasi.

Pembenahan tersebut mencakup digitalisasi sistem, penerapan manajemen berbasis data, serta peningkatan transparansi dalam pengelolaan anggaran dan proses pengambilan keputusan.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai penguatan ekosistem startup menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi industri nasional.

Menurut Agus, startup tidak hanya berperan dalam melahirkan inovasi baru, tetapi juga dapat membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saing industri.

Baca Juga: Status Ojol sebagai UMKM Masih Digodok, Kementerian UMKM Tunggu Dasar Hukum

"STARFINDO tidak hanya berperan sebagai wadah pengembangan talenta muda, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong transformasi digital, inovasi, serta peningkatan daya saing industri Indonesia di tingkat global," kata Agus.

Sebagai informasi, STARFINDO merupakan organisasi yang mewadahi alumni program Startup4Industry yang diinisiasi oleh Kementerian Perindustrian.

Melalui kepengurusan baru periode 2026-2029, STARFINDO menargetkan peran yang lebih besar dalam memperkuat ekosistem startup berbasis industri sekaligus mendukung transformasi digital sektor manufaktur di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News