Starlink Mulai Terima Pesanan Layanan Internet Satelit di Vietnam



KONTAN.CO.ID - HANOI – Layanan internet satelit Starlink milik SpaceX yang dioperasikan oleh Elon Musk mulai menerima pesanan pelanggan di Vietnam. Kehadiran Starlink menambah persaingan di pasar layanan internet satelit di Asia Tenggara.

Mengutip Reuters, Kamis (13/8/2026), informasi mengenai pemesanan tersebut tercantum dalam situs resmi Starlink Vietnam. Pelanggan rumah tangga kini dapat melakukan pembayaran deposit melalui situs starlink.com.vn untuk mendapatkan layanan internet residensial.

Paket layanan rumah tangga Starlink di Vietnam dibanderol mulai 1,13 juta dong atau sekitar US$43 per bulan. Pelanggan juga perlu membayar biaya perangkat keras sebesar 8,66 juta dong.


Sementara itu, tarif berlangganan bulanan minimum untuk pelanggan korporasi ditetapkan sebesar 1,48 juta dong.

Vietnam Jadi Pasar Keenam Starlink di Asia Tenggara

Dengan mulai menerima pesanan, Vietnam menjadi negara keenam di Asia Tenggara yang menyediakan layanan Starlink. Vietnam bergabung dengan Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Timor-Leste yang telah masuk dalam cakupan layanan Starlink.

Pemerintah Vietnam sebelumnya mengumumkan pada Maret 2025 bahwa mereka mengizinkan SpaceX meluncurkan layanan Starlink secara uji coba. Dalam kebijakan tersebut, pemerintah juga memberikan pengecualian terhadap batas kepemilikan asing yang berlaku untuk layanan tersebut.

Namun, jumlah pelanggan Starlink selama masa uji coba dibatasi maksimal 600.000 pelanggan. Masa uji coba tersebut akan berlangsung hingga akhir 2030.

Starlink Operasikan Layanan melalui Entitas Lokal

Layanan Starlink di Vietnam dioperasikan oleh unit lokal SpaceX bernama Starlink Services Vietnam. Perusahaan tersebut didirikan pada September 2025 dengan modal dasar sebesar 30 miliar dong atau sekitar US$1,1 juta.

Pemerintah Vietnam juga telah memberikan izin untuk pembangunan empat stasiun gateway darat Starlink di negara tersebut.

Stasiun gateway tersebut menjadi bagian penting dalam infrastruktur layanan internet satelit Starlink untuk mendukung konektivitas antara jaringan satelit dan jaringan internet di darat.

Masuknya Starlink ke Vietnam dilakukan ketika pemerintah negara tersebut terus mendorong perluasan akses internet dan infrastruktur digital. Layanan berbasis satelit dinilai dapat menjadi alternatif untuk menyediakan konektivitas, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan internet berbasis kabel maupun seluler.

Dengan demikian, Vietnam berpotensi menjadi salah satu pasar penting bagi ekspansi Starlink di Asia Tenggara, meski jumlah pelanggan selama masa uji coba tetap dibatasi oleh pemerintah.