Startup AI China Moonshot Rilis Kimi K3, Klaim Model AI Terbuka Terbesar di Dunia



KONTAN.CO.ID - Startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal China, Moonshot, pada Jumat (17/7/2026) meluncurkan Kimi K3, model AI open-weight dengan 2,8 triliun parameter yang diklaim sebagai model AI terbuka terbesar di dunia.

Perusahaan tersebut menyatakan Kimi K3 menawarkan kinerja yang mendekati Fable, model AI tercanggih milik perusahaan Amerika Serikat, Anthropic.

Baca Juga: Qatar Berhasil Cegat Serangan Rudal di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran


Peluncuran Kimi K3 dilakukan sekitar satu bulan setelah model Fable dan Mythos milik Anthropic ditarik oleh pemerintah Amerika Serikat karena alasan keamanan.

Langkah Moonshot menunjukkan ekosistem AI terbuka di China semakin cepat mempersempit kesenjangan teknologi dengan para pengembang AI terdepan di AS.

Selain Moonshot, sejumlah perusahaan AI China seperti Z.ai dan MiniMax juga terus merilis model AI yang semakin canggih dengan biaya pengembangan yang lebih rendah.

Perkembangan ini mulai menggoyahkan anggapan bahwa pengembang AI China tertinggal beberapa bulan dibandingkan perusahaan-perusahaan Amerika.

Moonshot menjelaskan Kimi K3 menjadi model AI open-weight pertama yang mendekati angka 3 triliun parameter.

Model ini dirancang untuk menangani penalaran tingkat lanjut, pemrograman jangka panjang (long-horizon coding), serta berbagai pekerjaan berbasis pengetahuan.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Catat Penurunan Mingguan Terbesar dalam Enam Pekan Jumat (17/7)

Kimi K3 juga dibekali context window hingga 1 juta token, sehingga mampu memproses dan mengingat informasi dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya dalam satu kali perintah (prompt).

Menurut Moonshot, Kimi K3 mampu bersaing dengan Fable 5 dan bahkan melampaui Opus 4.8, GPT 5.6 Sol, serta GPT 5.5 dalam pengujian optimasi GPU kernel, yaitu teknik yang bertujuan memaksimalkan pemanfaatan perangkat keras AI sekaligus mengurangi latensi pemrosesan.

Model tersebut juga mencatat hasil yang kuat dalam berbagai pengujian independen.

Platform Arena.ai menempatkan Kimi K3 di posisi pertama dalam uji kemampuan membangun antarmuka web. Sementara itu, Vals AI menempatkannya di posisi kedua setelah Fable 5, tetapi berada di atas GPT-5.6 Sol.

Lembaga Artificial Analysis juga menilai performa Kimi K3 sebanding dengan GPT-5.5 milik OpenAI dan Claude Opus 4.8 milik Anthropic, khususnya dalam pengujian tugas kompleks yang memerlukan penalaran bertahap.

Baca Juga: Wow! Jersey Pele di Final Piala Dunia 1958 Laku Rp 88,2 Miliar

Persaingan AI China semakin cepat

Perusahaan-perusahaan AI China kini mempercepat siklus peluncuran model baru seiring semakin ketatnya persaingan AI global.

Perubahan tersebut semakin terlihat setelah peluncuran GLM-5.2 dari Z.ai yang berhasil mencatat skor mendekati model AI tertutup (closed-source) terbaik Amerika Serikat dalam berbagai benchmark.

Baca Juga: Harga Minyak Melesat usai Serangan Baru AS ke Iran, Pasar Waspada

Hasil tersebut mematahkan anggapan sebagian analis Barat bahwa AI China masih tertinggal setidaknya enam bulan.

Sementara itu, MiniMax yang tercatat di Bursa Hong Kong juga tengah mengembangkan model AI dengan 2,7 triliun parameter yang ditargetkan meluncur pada kuartal III 2026. Perusahaan itu juga menyiapkan model multimodal generasi terbaru bernama H3.

Perlombaan menuju model AI dengan triliunan parameter didorong oleh meningkatnya kebutuhan akan sistem AI yang mampu menjalankan tugas kompleks secara lebih mandiri.

Sebelum peluncuran Kimi K3, model AI terbesar di China adalah LongCat-2.0 milik Meituan dan DeepSeek V4-Pro, yang masing-masing memiliki sekitar 1,6 triliun parameter.

Berbeda dengan model AI tertutup, model open-weight memungkinkan pengguna mengunduh, menjalankan, dan memodifikasi sistem AI sesuai kebutuhan mereka.

Moonshot menyatakan Kimi K3 mengusung dua peningkatan besar pada arsitektur sistem yang meningkatkan efisiensi komputasi sekaligus memungkinkan model menyelesaikan tugas pemrograman jangka panjang dengan pengawasan manusia yang minimal.

Baca Juga: Tren Baru: Stablecoin Jadi Andalan Kelompok Kriminal

Didukung oleh perusahaan teknologi besar seperti Alibaba dan Tencent, Moonshot terus memperluas kemampuan teknologi dan pendanaannya untuk mempertahankan posisi di garis depan industri AI.

Bloomberg sebelumnya melaporkan Moonshot tengah mengupayakan pendanaan baru sebesar US$ 2 miliar dengan valuasi sekitar US$ 30 miliar menjelang rencana pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Hong Kong.