Startup AI Eks Meta Galang Dana Jumbo



KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Startup kecerdasan buatan milik mantan ilmuwan utama AI di Meta Platforms, Yann LeCun, berhasil mengamankan pendanaan jumbo di tengah ketatnya persaingan pengembangan teknologi AI global.

Reuters (10/3) melaporkan, perusahaan rintisan bernama Advanced Machine Intelligence (AMI) tersebut mengumumkan berhasil menghimpun dana sebesar US$ 1,03 miliar dengan valuasi pra-pendanaan mencapai US$ 3,5 miliar. Dana ini akan digunakan untuk mengembangkan serta mengomersialkan sistem kecerdasan buatan yang berfokus pada kemampuan penalaran, perencanaan, dan konsep world models.

Pendanaan ini sekaligus menjadi pembuktian atas pandangan LeCun yang sejak lama mengkritik pendekatan model bahasa besar atau large language models (LLM). Menurutnya, teknologi AI yang saat ini populer masih belum mampu mencapai tingkat penalaran dan otonomi seperti manusia.


Putaran pendanaan AMI dipimpin bersama oleh sejumlah investor, termasuk Cathay Innovation, Greycroft, Hiro Capital, HV Capital, serta Bezos Expeditions.

Baca Juga: Meta Pangkas Saham Karyawan 5% untuk Danai Ambisi AI

Di sisi lain, mantan tempat LeCun berkarier, Meta, juga semakin agresif memperkuat pengembangan teknologi AI berbasis LLM. Pada Juni 2025, perusahaan tersebut merombak struktur pengembangan AI dengan membentuk divisi baru bernama Meta Superintelligence Labs yang dipimpin oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI.

LeCun sendiri bergabung dengan Meta pada 2013 untuk mendirikan unit riset AI perusahaan yang awalnya bernama Facebook AI Research (FAIR). Ia kemudian menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pengembangan AI di perusahaan itu sebelum meninggalkan Meta pada akhir 2025.

Menurut LeCun, AMI ingin membangun sistem AI yang mampu melakukan penalaran dan perencanaan dalam situasi dunia nyata yang kompleks. Ia menilai pendekatan AI saat ini yang hanya mengandalkan prediksi kata atau piksel berikutnya tidak cukup untuk menghasilkan agen kecerdasan yang benar-benar cerdas dan mandiri.

Dalam tahap awal, AMI membidik perusahaan yang mengoperasikan sistem kompleks sebagai pasar utama, mulai dari industri manufaktur, otomotif, kedirgantaraan, hingga perusahaan biomedis dan farmasi.

Namun dalam jangka panjang, teknologi tersebut juga berpotensi digunakan dalam aplikasi konsumen. Salah satu skenario yang dibayangkan LeCun adalah robot rumah tangga yang memiliki kemampuan memahami dunia fisik secara lebih baik.

Ia juga mengungkapkan tengah berdiskusi dengan Meta untuk kemungkinan penerapan teknologi AMI pada kacamata pintar Ray-Ban Meta Smart Glasses. Jika terealisasi, perangkat tersebut berpotensi menjadi salah satu aplikasi komersial awal dari teknologi yang tengah dikembangkan AMI.

Baca Juga: Pengadilan Jerman Menangkan Deutsche Telekom dalam Sengketa dengan Unit Meta

TAG: