Startup e-Commerce SODA siap ekspansi ke pasar Indonesia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. SoftBank Ventures Asia (SBVA) gencar investasi di startup Asia. Terbaru, SBVA  memimpin putaran pendanaan Seri C terhadap SODA, startup e-commerce Jepang yang mengoperasikan SNKRDUNK, marketplace sneaker online terbesar Jepang dengan 2,5 juta pengguna bulanan.

Sejauh ini putaran pendanaan Seri C telah mengumpulkan US$ 56,4 juta. Pendanaan ini juga diikuti oleh perusahaan portofolio SBVA, KREAM, platform reseller sepatu asal Korea, serta perusahaan ventura, Altos Ventures dan JAFCO.

Pendananaan terbaru akan digunakan SODA untuk mengakuisisi Monokabu, perusahaan sepatu terbesar kedua di Jepang. Pasca akuisisi, total pangsa pasar SODA menyentuh 80% di segmen bisnis sneaker sekaligus menjadi penguasa pasar di Jepang.


Baca Juga: SoftBank Ventures Asia menyuntik dana US$ 27 juta ke startup VoyagerX

Investasi SBVA di SODA merupakan yang kedua kalinya setelah pendanaan Seri B pada Januari 2021. Saat itu SBVA menyuntikkan investasi sebesar US$ 17 juta. Saat ini, total pendanaan SODA telah menembus US$ 81,4 juta.

Investasi ini memungkinkan SODA untuk melakukan merger dan akuisisi (M&A) penting yang menempatkan startup e-commerce sepatu tersebut berada pada posisi yang kuat di pasar sepatu kets Jepang.

“Saat ini kami akan fokus pada ekspansi masa depan ke seluruh pasar Asia, dimulai dengan Indonesia dan Filipina di tahun depan,” kata Yuta Uchiyama, CEO SODA dalam keterangan resmi, Kamis (29/7).

“Pasar sepatu kets global meningkat lebih dari 20% setiap tahun dan diperkirakan mencapai hampir US$30 miliar pada tahun 2030. Jadi kami percaya ada potensi pertumbuhan kuat di industri ini. SODA adalah pemain kunci di pasar Jepang, dan kami bangga bisa terus mendukung ambisinya,” kata JP Lee, CEO SoftBank Ventures Asia.

Pada Mei 2021, SODA mencapai rekor angka penjualan sekitar US$ 34,7 juta dan membukukan pertumbuhan 900% secara tahunan. Selain SODA, investasi lain SBVA di industri sepatu kets termasuk KREAM dan Nice, platform perdagangan sepatu kets yang berbasis di China.

Baca Juga: Aplikasi Super raih pendanaan Seri B Rp 405 miliar yang dipimpin SoftBank Ventures

KREAM, yang meluncur pada Maret 2020, mengalami tingkat pertumbuhan sebesar 121% dalam 12 bulan terakhir dengan nilai transaksi kotor sekitar US$ 234,7 juta. Sementara itu, Nice awalnya merupakan platform sosial berbasis gambar pada tahun 2013 dan bertransformasi menjadi pasar sepatu dan platform perdagangan pada 2018. 

Di pasar Indonesia, SBVA terus berkomitmen investasi pada sejumlah startup teknologi. Sejak pertama kali berinvestasi di Tokopedia pada tahun 2013, SBVA terus melakukan pendanaan terhadap Ajaib, Alodokter, CoHive, Funding Societies (Modalku), MamiKos, Super, Waresix dan Yummy Corp. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto