KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mobilitas perkotaan yang makin kompleks membuka peluang bisnis baru di sektor transportasi berbasis data. Kebutuhan akan layanan yang efisien, terintegrasi, dan adaptif mendorong perusahaan transportasi mencari mitra teknologi yang mampu menerjemahkan data lapangan menjadi keputusan operasional. Di titik inilah analitik geospasial dan pemodelan permintaan penumpang menjadi krusial, terutama untuk mengatasi persoalan konektivitas last-mile dan integrasi antarmoda.
Menangkap kebutuhan tersebut, PT Bhumi Varta Technology (Bvarta) menawarkan solusi berbasis analisis geospasial dan machine learning untuk membantu operator transportasi merancang layanan yang lebih presisi.
Baca Juga: IDPRO: Indonesia Berpeluang Jadi Magnet Investasi Data Center ASEAN Pendekatan ini memungkinkan perusahaan memetakan pola mobilitas, memprediksi permintaan penumpang, serta menentukan titik pemberhentian virtual yang efisien berdasarkan data historis dan kondisi aktual. Dalam forum bisnis lintas negara yang mempertemukan startup dengan korporasi pemilik tantangan nyata, Bvarta memaparkan solusi yang diarahkan langsung pada kebutuhan industri. Salah satu tantangan datang dari WILLER, perusahaan mobilitas asal Jepang yang mengembangkan transportasi publik generasi berikutnya dan konsep Mobility as a Service (MaaS). Tantangan tersebut mencakup peningkatan konektivitas last-mile, mobilitas berkelanjutan, serta pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman. Solusi Bvarta dirancang untuk menjawab kebutuhan itu secara operasional. Rekomendasi titik naik-turun penumpang berbasis data, prediksi lonjakan permintaan, hingga integrasi antarmoda dinilai dapat membantu operator menekan biaya, meningkatkan utilisasi armada, dan memperbaiki kualitas layanan. Model bisnis ini menempatkan data sebagai fondasi pengambilan keputusan, bukan sekadar pelengkap.
Baca Juga: Begini Strategi AION UT Perkuat Tren Kendaraan Listrik Hemat Biaya di Indonesia Forum tersebut diselenggarakan oleh
Japan External Trade Organization bersama mitra strategis di Indonesia, dan dihadiri pelaku industri serta perwakilan pemerintah dari kedua negara. Acara berlangsung di Jakarta pada 12 Februari 2026, dengan fokus mempercepat kolaborasi bisnis antara startup ASEAN dan korporasi Jepang. CEO & Founder Bvarta, Martyn Terpilowski, menegaskan arah pengembangan perusahaan tetap berangkat dari kebutuhan industri. "Inovasi berbasis data punya peran penting dalam menjawab tantangan mobilitas modern," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Senin (2/3/2026).
Di akhir ajang, Bvarta meraih Juara Pertama untuk Challenge Owner WILLER sekaligus Audience Award.
Baca Juga: Nestle Indonesia Bidik Solusi Pengelolaan Kemasan dari Generasi Muda Penghargaan tersebut menandai pengakuan pasar atas relevansi solusi bisnis yang ditawarkan, sekaligus menunjukkan meningkatnya daya saing startup teknologi Indonesia dalam ekosistem mobilitas global. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News