KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Startup Indonesia menjajaki peluang untuk memperluas akses investasi dan pasar internasional melalui jejaring inovasi negara-negara BRICS. Kolaborasi lintas negara dinilai dapat membuka kesempatan bagi startup untuk mengembangkan produk, mengakses teknologi, hingga menjajaki kemitraan bisnis. Peluang tersebut turut dijajaki Maulana Wiga, Ketua STARFINDO (Asosiasi Startup for Industry Indonesia) sekaligus CEO Bepahkupi. Maulana akan mewakili Indonesia dalam program BRICS Young Science and Innovation Ambassadors Exchange Program 2026 di Xiamen, China, pada 12–20 November 2026. Menurut Maulana, forum yang mempertemukan talenta muda dari negara-negara BRICS tersebut membuka peluang bagi startup dan pelaku inovasi untuk membangun jejaring dengan perusahaan teknologi, lembaga riset, serta calon mitra bisnis dari berbagai negara.
Startup Indonesia Bidik Akses Investasi dan Pasar di Ekosistem BRICS
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Startup Indonesia menjajaki peluang untuk memperluas akses investasi dan pasar internasional melalui jejaring inovasi negara-negara BRICS. Kolaborasi lintas negara dinilai dapat membuka kesempatan bagi startup untuk mengembangkan produk, mengakses teknologi, hingga menjajaki kemitraan bisnis. Peluang tersebut turut dijajaki Maulana Wiga, Ketua STARFINDO (Asosiasi Startup for Industry Indonesia) sekaligus CEO Bepahkupi. Maulana akan mewakili Indonesia dalam program BRICS Young Science and Innovation Ambassadors Exchange Program 2026 di Xiamen, China, pada 12–20 November 2026. Menurut Maulana, forum yang mempertemukan talenta muda dari negara-negara BRICS tersebut membuka peluang bagi startup dan pelaku inovasi untuk membangun jejaring dengan perusahaan teknologi, lembaga riset, serta calon mitra bisnis dari berbagai negara.