JAKARTA. Persyaratan diversity of content kini menyeruak di tengah pelaksanaan Sistem Stasiun Jaringan (SSJ). Pasalnya, lembaga penyiaran swasta (LPS) atau yang biasa disebut TV swasta nasional dituntut untuk mematuhi syarat diversity of content minimal sebesar 10%. LPS mulai mempertanyakan soal realisasi porsi bagi konten lokal. "Atau, jika kami memutar sinetron di suatu daerah, maka pemainnya harus dari daerah setempat," cetus Humas SCTV Uki Hastama, Jumat (1/01). Uki menilai, jika SSJ didesain untuk memberikan variasi siaran bagi masyarakat daerah, TV nasional sudah melakukannya. Itu sebabnya, perlu diperjelas maksud dari konten lokal tersebut. "Mungkinkah siaran bernuansa atau bertemakan daerah tertentu bisa kami produksi langsung dari Jakarta?" gugat Uki lagi.
Stasiun TV Nasional Minta Kejelasan Syarat Kewajiban Konten Lokal
JAKARTA. Persyaratan diversity of content kini menyeruak di tengah pelaksanaan Sistem Stasiun Jaringan (SSJ). Pasalnya, lembaga penyiaran swasta (LPS) atau yang biasa disebut TV swasta nasional dituntut untuk mematuhi syarat diversity of content minimal sebesar 10%. LPS mulai mempertanyakan soal realisasi porsi bagi konten lokal. "Atau, jika kami memutar sinetron di suatu daerah, maka pemainnya harus dari daerah setempat," cetus Humas SCTV Uki Hastama, Jumat (1/01). Uki menilai, jika SSJ didesain untuk memberikan variasi siaran bagi masyarakat daerah, TV nasional sudah melakukannya. Itu sebabnya, perlu diperjelas maksud dari konten lokal tersebut. "Mungkinkah siaran bernuansa atau bertemakan daerah tertentu bisa kami produksi langsung dari Jakarta?" gugat Uki lagi.