Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) Buyback Saham, Cek Anggaran yang Disiapkan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) atau SPINDO menyiapkan dana sebesar Rp 150 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback.

Melalui aksi korporasi ini, emiten produsen pipa baja tersebut memperkirakan dapat membeli sekitar 250 juta saham atau setara 3,48% dari total saham yang telah diterbitkan.

Mengutip keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/11/2026), ISSP akan melaksanakan buyback dalam periode tiga bulan, mulai 5 November 2026 hingga 5 Februari 2027.


Perseroan membatasi harga pembelian kembali saham maksimal Rp 600 per saham.

Baca Juga: Steel Pipe Industry (ISSP) Akan Gelar Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 200 Miliar

Dengan demikian, dana Rp 150 miliar yang disiapkan tersebut berpotensi digunakan untuk membeli hingga sekitar 250 juta saham, di luar biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang terkait dengan transaksi.

ISSP menyebut rencana buyback saham dilakukan karena harga saham perusahaan saat ini dinilai belum mencerminkan nilai wajar berdasarkan kinerja perusahaan. Saham yang dibeli kembali nantinya akan disimpan sebagai saham treasuri.

Perusahaan dapat mengalihkan saham treasuri tersebut setelah 30 hari sejak pelaksanaan buyback selesai atau setelah periode pembelian kembali berakhir.

Mekanisme pengalihannya dapat dilakukan melalui penjualan kembali di dalam maupun di luar bursa, pengurangan modal, program kepemilikan saham karyawan dan manajemen, hingga mekanisme lain sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, ISSP menyatakan akan memprioritaskan penjualan kembali saham treasuri melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

 
ISSP Chart by TradingView

Selama berstatus sebagai saham treasuri, saham hasil buyback tidak memiliki hak suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS), tidak diperhitungkan dalam penghitungan kuorum, serta tidak berhak memperoleh dividen.

Baca Juga: Steel Pipe Industry (ISSP) Bagikan Dividen Rp 20 per Saham dari Laba Tahun 2025

Dalam keterbukaan informasi tersebut, ISSP menyatakan jumlah saham yang dibeli kembali tetap akan memperhatikan ketentuan free float.

Perusahaan juga memastikan jumlah saham beredar setelah aksi korporasi tidak lebih rendah dari 20% jumlah saham tercatat sesuai ketentuan yang berlaku.

Adapun pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui transaksi di BEI dengan menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai anggota bursa yang melaksanakan pembelian saham.

ISSP menyatakan pembiayaan buyback sepenuhnya menggunakan kas internal perusahaan. Dana tersebut bukan berasal dari hasil penawaran umum, pinjaman, maupun bentuk utang lainnya.

Perusahaan juga memperkirakan penggunaan dana untuk buyback tidak akan berdampak signifikan terhadap pendapatan maupun kemampuan memenuhi kewajiban.

ISSP menilai modal kerja dan arus kas yang tersedia masih memadai untuk mendukung kegiatan operasional.

Dalam keterbukaan informasi, ISSP turut menyajikan proforma laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026 dengan memperhitungkan rencana penggunaan dana buyback sebesar Rp 150 miliar.

Baca Juga: Steel Pipe Industry (ISSP) Mencatat Kenaikan Kinerja Sepanjang Kuartal III 2026

Berdasarkan proforma tersebut, kas dan bank perusahaan diperkirakan turun dari Rp 423,52 miliar menjadi Rp 273,52 miliar. Total aset juga berkurang dari Rp 11,14 triliun menjadi Rp 10,99 triliun, sedangkan ekuitas turun dari Rp 6 triliun menjadi Rp 5,85 triliun.

Dari sisi laba, laba bersih operasi diproyeksikan turun dari Rp 600,99 miliar menjadi Rp 597,99 miliar. Sementara itu, laba bersih diperkirakan berkurang dari Rp 474,69 miliar menjadi Rp 471,69 miliar.

Meski demikian, jumlah saham beredar diproyeksikan menyusut dari sekitar 7,03 miliar saham menjadi 6,78 miliar saham. Kondisi ini membuat laba bersih per saham atau earning per share (EPS) diperkirakan meningkat dari Rp 67,49 menjadi Rp 69,53.

Return on assets (ROA) juga diproyeksikan naik dari 5,68% menjadi 5,72%. Begitu pula return on equity (ROE) yang meningkat dari 10,55% menjadi 10,75%.

Baca Juga: Steel Pipe (ISSP) Rilis Obligasi dan Sukuk, Targetkan Raup Dana Rp 600 Miliar

Direksi dan Dewan Komisaris ISSP telah meninjau rencana pembelian kembali saham tersebut, termasuk mempertimbangkan risiko dan manfaatnya bagi perusahaan maupun pemegang saham. Keduanya merekomendasikan pemegang saham untuk menyetujui pelaksanaan buyback sesuai rencana yang disampaikan dalam keterbukaan informasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News