Sterilisasi Pelabuhan Jadi Andalan ASDP Pangkas Antrean dan Percepat Layanan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai menerapkan program sterilisasi pelabuhan sebagai bagian dari transformasi layanan penyeberangan. Kebijakan ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperlancar arus kendaraan dan penumpang di pelabuhan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, sterilisasi pelabuhan merupakan upaya perusahaan membangun ekosistem penyeberangan yang lebih modern, aman, dan tertib. Selama ini, tingginya mobilitas orang dan kendaraan dalam satu kawasan pelabuhan kerap memicu kepadatan, antrean, hingga meningkatkan risiko keselamatan.

Melalui penataan zona dan penerapan teknologi face recognition, akses ke area pelabuhan kini hanya diberikan kepada pengguna jasa yang telah memiliki tiket serta pihak berwenang sesuai peruntukannya.


Baca Juga: Inalum Bidik Penjualan 275.000 Ton, Lirik Peluang dari Kenaikan Harga Aluminium

"Ketika akses sudah tertib sejak pintu masuk, proses keberangkatan menjadi lebih lancar, pergerakan kendaraan dan penumpang lebih terukur, serta petugas dapat mengelola operasional secara lebih efektif," ujar Windy kepada Kontan, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, transformasi tersebut tidak hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi juga mengubah tata kelola layanan penyeberangan. Dengan demikian, pengguna jasa diharapkan memperoleh perjalanan yang lebih nyaman, aman, dan memiliki kepastian waktu.

Meski demikian, Windy mengakui implementasi sterilisasi pelabuhan masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain kesiapan infrastruktur dan sistem digital, keberhasilan kebijakan ini juga bergantung pada perubahan perilaku seluruh pihak yang beraktivitas di pelabuhan, mulai dari pengguna jasa, operator kapal, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Karena itu, ASDP memulai implementasi melalui tahap soft launching. Fase ini dimanfaatkan untuk menguji keandalan sistem, menyempurnakan proses operasional, serta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat.

"Evaluasi akan terus dilakukan terhadap performa teknologi, pengaturan arus layanan, maupun kebutuhan penyempurnaan di lapangan. Transformasi sebesar ini membutuhkan proses adaptasi," katanya.

Dari sisi bisnis, ASDP menilai sterilisasi pelabuhan berpotensi meningkatkan produktivitas layanan. Penataan akses yang lebih baik diharapkan dapat mengurangi antrean, memperlancar proses naik-turun kendaraan, sekaligus mempercepat waktu putar kapal (turnaround time).

Efisiensi tersebut dinilai akan mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas pelabuhan dan armada, serta meningkatkan ketepatan jadwal pelayanan.

Windy menambahkan, manfaat transformasi ini tidak hanya berhenti pada efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan penyeberangan.

"Pelayanan yang lebih pasti, aman, nyaman, dan transparan akan meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat daya saing layanan penyeberangan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut akan mendukung pertumbuhan volume penumpang dan kendaraan serta mendorong kinerja bisnis ASDP yang semakin sehat dan berkelanjutan," tutupnya. 

Baca Juga: PLN Siapkan Skema Kontrak Proyek PSEL, Jangka Waktu Jual-Beli Listrik 30 Tahun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News