KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah perkembangan bisnis di berbagai sektor industri, sistem teknologi yang digunakan kerap tak sanggup mengimbangi kompleksitas operasional yang kian membesar. Sementara satu software kerap tak sinkron dan tak terhubung baik dengan software lainnya. Solusi yang lazim ditempuh selama ini adalah tambal sulam, seperti menambah tenaga kerja. Banyak perusahaan menyadari perlunya bertransformasi, namun ragu melangkah, sebab sistem lama terlampau berisiko untuk diubah. Sementara, investasi informasi teknologi besar yang pernah dicoba kerap berakhir tanpa hasil nyata, meninggalkan trauma tersendiri bagi jajaran pimpinan. Melihat perkembangan tersebut, SterlingLabs menilai pelaku bisnis di Indonesia akan tertinggal apabila tidak segera bertransisi menuju autonomous enterprise. Yakni perusahaan yang denyut operasionalnya digerakkan akal imitasi (AI) secara presisi dan mandiri, bukan sekadar sistem ERP yang masih sepenuhnya bergantung pada campur tangan manusia.
SterlingLabs Lirik Potensi Penerapan Autonomous Enterprise oleh Pelaku Industri
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah perkembangan bisnis di berbagai sektor industri, sistem teknologi yang digunakan kerap tak sanggup mengimbangi kompleksitas operasional yang kian membesar. Sementara satu software kerap tak sinkron dan tak terhubung baik dengan software lainnya. Solusi yang lazim ditempuh selama ini adalah tambal sulam, seperti menambah tenaga kerja. Banyak perusahaan menyadari perlunya bertransformasi, namun ragu melangkah, sebab sistem lama terlampau berisiko untuk diubah. Sementara, investasi informasi teknologi besar yang pernah dicoba kerap berakhir tanpa hasil nyata, meninggalkan trauma tersendiri bagi jajaran pimpinan. Melihat perkembangan tersebut, SterlingLabs menilai pelaku bisnis di Indonesia akan tertinggal apabila tidak segera bertransisi menuju autonomous enterprise. Yakni perusahaan yang denyut operasionalnya digerakkan akal imitasi (AI) secara presisi dan mandiri, bukan sekadar sistem ERP yang masih sepenuhnya bergantung pada campur tangan manusia.
TAG: