SINGAPURA. Adanya spekulasi mengenai rencana stimulus China untuk menggairahkan kembali membuat mata uang sejumlah negara di Asia menguat. Hari ini, penguatan dipimpin oleh won Korea Selatan dan dolar Taiwan. “Penguatan mata uang regional sangat tergantung dari dampak anggaran bujet material yang digelontorkan China. Ada dua skenario yang mungkin, yakni apakah hal itu akan meningkatkan anggaran belanja publik atau untuk meningkatkan impor. Jika yang terjadi adalah skenario kedua, maka hal itu akan memberikan sentimen positif bagi won Korea dan dolar Taiwan,” kata Joseph Lau, Analis Credit Suisse Group AG di Hongkong. Dengan demikian, sudah tiga hari ini won mengalami penguatan, sementara dolar Taiwan menguat dari posisi terendahnya dalam tujuh tahun terakhir. Selain dua mata uang tadi, enam dari sepuluh mata uang regional juga mengalami penguatan seiring dengan melonjaknya kinerja bursa saham dalam dua hari terakhir ini.
Stimulus China Jadi Obat Kuat Mata Uang Asia
SINGAPURA. Adanya spekulasi mengenai rencana stimulus China untuk menggairahkan kembali membuat mata uang sejumlah negara di Asia menguat. Hari ini, penguatan dipimpin oleh won Korea Selatan dan dolar Taiwan. “Penguatan mata uang regional sangat tergantung dari dampak anggaran bujet material yang digelontorkan China. Ada dua skenario yang mungkin, yakni apakah hal itu akan meningkatkan anggaran belanja publik atau untuk meningkatkan impor. Jika yang terjadi adalah skenario kedua, maka hal itu akan memberikan sentimen positif bagi won Korea dan dolar Taiwan,” kata Joseph Lau, Analis Credit Suisse Group AG di Hongkong. Dengan demikian, sudah tiga hari ini won mengalami penguatan, sementara dolar Taiwan menguat dari posisi terendahnya dalam tujuh tahun terakhir. Selain dua mata uang tadi, enam dari sepuluh mata uang regional juga mengalami penguatan seiring dengan melonjaknya kinerja bursa saham dalam dua hari terakhir ini.