Stimulus Diskon Transportasi Serap Anggaran Lebih dari 80% Saat Libur Sekolah 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program stimulus diskon transportasi yang digulirkan pemerintah selama masa libur sekolah 2026 mencatat tingkat penyerapan anggaran yang tinggi. Sejumlah operator transportasi pelat merah melaporkan jutaan masyarakat memanfaatkan potongan tarif tersebut untuk bepergian sepanjang musim liburan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sama-sama mencatat realisasi penyerapan anggaran di atas 80% dari pagu yang dialokasikan pemerintah. 

Tingginya pemanfaatan program dinilai menunjukkan stimulus berhasil mendorong mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan okupansi angkutan massal.


Manajer Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, selama periode libur sekolah pada 27 Juni hingga 5 Juli 2026, KAI melayani lebih dari 3,44 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,3 juta pelanggan atau 37,8% menggunakan tiket dengan tarif diskon.

"Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, jumlah penerima diskon meningkat sekitar 11%. Tahun lalu penerima diskon mencapai sekitar 1,1 juta pelanggan," ujar Franoto dalam diskusi di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Pendapatan dan Laba Dharma Satya Nusantara (DSNG) Masih Tumbuh di Semester I-2026

Menurut dia, realisasi anggaran program stimulus di KAI mencapai Rp 90,96 miliar atau sekitar 94,53% dari pagu sebesar Rp 96 miliar.

Franoto menjelaskan, besaran kuota diskon ditentukan pemerintah berdasarkan kapasitas kursi yang tersedia. Untuk memperluas jangkauan program pada masa mendatang, KAI berencana menambah kapasitas angkut.

"Kami juga akan melakukan penambahan sarana. Selain itu, KAI telah menjalankan layanan kereta ekonomi kerakyatan," katanya.

Selama periode libur sekolah, KAI mengoperasikan 176 perjalanan kereta api setiap hari, terdiri dari 150 perjalanan reguler dan sisanya merupakan kereta tambahan. Program diskon hanya berlaku untuk layanan kereta ekonomi komersial.

Franoto menambahkan, pemerintah sebelumnya juga memberikan stimulus tarif pada sejumlah momentum lain, termasuk diskon tiket kereta api kelas eksekutif saat arus mudik Lebaran.

Di sektor penyeberangan, Group Head Commercial Shipping Business PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Rizky Dwianda menyampaikan realisasi subsidi program mencapai Rp 22,2 miliar atau sekitar 82,9% dari alokasi anggaran Rp 26,9 miliar.

Program tersebut dimanfaatkan sekitar 1,12 juta pengguna jasa dari target sekitar 1,26 juta penerima manfaat. Stimulus diberikan pada sejumlah lintasan penyeberangan dengan volume lalu lintas tinggi dan mencakup penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua, serta kendaraan roda empat.

"Kebijakan stimulus mampu meningkatkan jumlah pengguna di atas rata-rata kenaikan pada periode peak season. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilanjutkan sehingga pertumbuhan pengguna dapat meningkat hingga dua digit," ujar Rizky.

Baca Juga: Penjualan Mobil Semester I Jadi Modal Kejar Target 850.000 Unit pada 2026

Sementara itu, Manager Komunikasi Pelni Firdha Islamy mengatakan program diskon tiket kapal sebesar 30% masih berlangsung. Program dibuka sejak 6 Juni untuk perjalanan pada 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.

Menurut Firdha, anggaran yang dialokasikan pemerintah mencapai Rp 67 miliar. Hingga akhir Juli, realisasi penyerapan anggaran telah mencapai sekitar 98%, sedangkan realisasi jumlah penumpang menyentuh sekitar 97% atau sekitar 674.000 orang.

Ia menyebutkan sejumlah rute dengan jumlah pengguna terbanyak meliputi Makassar, Ambon, Baubau, Kupang, dan Surabaya.

Firdha menilai tingginya serapan anggaran mencerminkan besarnya minat masyarakat terhadap program tersebut. 

Menurut dia, stimulus libur sekolah tahun ini merupakan program diskon transportasi keempat yang dijalankan pemerintah setelah libur sekolah 2025, Natal dan Tahun Baru, serta Idul Fitri 2026.

"Berdasarkan evaluasi pada program-program sebelumnya, tingkat pemanfaatannya cukup tinggi sehingga stimulus ini dinilai efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News