KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual menilai stimulus ekonomi sebesar Rp 12 triliun yang akan digelontorkan pemerintah pada kuartal I-2026 tidak akan memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kendati demikian, David memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 masih berpeluang menguat, meskipun stimulus fiskal dampaknya relatif terbatas. Ia menyebut, terdapat faktor musiman yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi pada awal tahun. "Dampaknya memang tidak signifikan karena hanya sebagai bantalan sosial karena nominal kecil. Tapi di luar stimulus, faktor musiman lebaran, puasa dan imlek juga akan membuat pertumbuhan Kuartal I cukup akseleratif," ” ujar David kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).
Stimulus Rp 12 Triliun Diprediksi Tak Signifikan Dongkrak Ekonomi Kuartal I 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual menilai stimulus ekonomi sebesar Rp 12 triliun yang akan digelontorkan pemerintah pada kuartal I-2026 tidak akan memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kendati demikian, David memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 masih berpeluang menguat, meskipun stimulus fiskal dampaknya relatif terbatas. Ia menyebut, terdapat faktor musiman yang berpotensi mendorong aktivitas ekonomi pada awal tahun. "Dampaknya memang tidak signifikan karena hanya sebagai bantalan sosial karena nominal kecil. Tapi di luar stimulus, faktor musiman lebaran, puasa dan imlek juga akan membuat pertumbuhan Kuartal I cukup akseleratif," ” ujar David kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).