Stimulus Trade-In China Dongkrak Penjualan 820 Miliar Yuan hingga Mei 2026



KONTAN.CO.ID. Program subsidi tukar tambah (trade-in) barang konsumsi yang dijalankan pemerintah China berhasil mendongkrak penjualan produk terkait lebih dari 820 miliar yuan atau sekitar US$ 121,3 miliar sepanjang Januari–Mei 2026.

Juru Bicara National Development and Reform Commission Li Chao mengatakan, pemerintah telah menyalurkan dua tahap dana program trade-in dengan total nilai 125 miliar yuan.

Baca Juga: Indeks Nikkei Tembus Rekor Baru ke Atas 71.000, Ditopang Kesepakatan Damai AS-Iran


Selain itu, pemerintah China berencana menggelontorkan tambahan dana tahap ketiga sebesar 62,5 miliar yuan sebelum akhir Juni 2026.

Program trade-in merupakan salah satu kebijakan stimulus konsumsi yang memungkinkan masyarakat memperoleh insentif saat menukar barang lama dengan produk baru, seperti kendaraan, peralatan rumah tangga, hingga perangkat elektronik.

Kebijakan tersebut sebelumnya menjadi salah satu motor penggerak konsumsi rumah tangga China sepanjang 2025. Namun, dampaknya mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan pada tahun ini.

Data terbaru menunjukkan penjualan ritel China pada Mei 2026 mengalami kontraksi 0,6%, menandakan konsumsi domestik masih menghadapi tekanan meskipun pemerintah terus menggulirkan stimulus.

Baca Juga: UPDATE-Harga Emas Rebound 1,4%, Kesepakatan Damai AS-Iran Tekan Harga Minyak

Perlambatan konsumsi menjadi tantangan bagi pemerintah China yang tengah berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap sektor ekspor dan investasi, serta mendorong peran konsumsi rumah tangga sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi.

Analis menilai, tambahan dana stimulus yang akan dikucurkan pada akhir Juni diharapkan mampu menjaga momentum belanja masyarakat pada paruh kedua tahun ini, meski efektivitasnya diperkirakan tidak sebesar saat program pertama kali diluncurkan.