Stimulus Transportasi Libur Sekolah Dongkrak Penumpang ASDP, Berharap Bisa Berlanjut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Stimulus transportasi yang diberikan pemerintah pada masa libur sekolah dinilai berhasil mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Program serupa diharapkan tetap berlanjut pada periode libur panjang lainnya, seperti mudik Lebaran maupun libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat peningkatan jumlah pengguna jasa selama pelaksanaan program Stimulus Transportasi Libur Sekolah 2026. Sepanjang periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sebanyak 1.125.711 pelanggan memanfaatkan tarif diskon penyeberangan dengan total subsidi yang tersalurkan mencapai Rp 22,20 miliar.

Group Head of Commercial Shipping Business ASDP Rizki Dwianda mengatakan, selama program berlangsung jumlah pengguna jasa meningkat lebih tinggi dibandingkan pola pada musim libur biasa.


Baca Juga: Produksi Industri Hulu Tekstil Turun 5% di Semester I, Andalkan Pemulihan Ekspor

Bagi ASDP, target dalam setiap pelaksanaan program stimulus pemerintah adalah tercapainya tingkat penyerapan hingga 100%, sehingga manfaat yang telah disiapkan pemerintah dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat luas. 

"Selama periode program berlangsung, kami juga melihat rata-rata jumlah pengguna jasa meningkat lebih tinggi dibandingkan pola pada musim libur biasa. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan stimulus mampu mendorong mobilitas masyarakat melalui layanan penyeberangan yang semakin terjangkau," ujar Rizki dalam media session, Rabu (29/7/2026).

Menurut dia, tingginya minat masyarakat juga tercermin dari banyaknya pertanyaan mengenai kemungkinan pemerintah kembali menerapkan diskon tarif penyeberangan pada masa mendatang.

Rizki menilai, biaya transportasi yang semakin terjangkau dapat mendorong masyarakat melakukan perjalanan lebih sering. Karena itu, ASDP berupaya memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan andal agar program pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Anak Usaha BUMI Garap Hilirisasi Batubara US$ 2,3 Miliar, Produksi 2 Juta Ton Metanol

"Semakin terjangkau biaya transportasi, semakin besar pula peluang masyarakat untuk melakukan perjalanan. Karena itu, ASDP terus memastikan seluruh layanan berjalan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan operasional, dan pelayanan prima agar setiap program stimulus pemerintah dapat terserap secara optimal, memperkuat konektivitas nasional, sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menambahkan, realisasi penerima manfaat mencapai 93,3% dari target atau sebanyak 1.125.711 pengguna jasa dari target 1.206.585 pengguna jasa. Sementara penyaluran subsidi mencapai Rp 22,20 miliar atau sekitar 82,33% dari alokasi anggaran sebesar Rp 26,97 miliar.

Selama masa program, rata-rata terdapat 143.977 pengguna jasa ASDP setiap hari. Di sisi lain, volume penumpang dan kendaraan yang dilayani mencapai 525.882 unit atau meningkat 7,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Estimasi nilai subsidi juga naik 8,28% dibandingkan pelaksanaan program pada 2025.

Rincian subsidi yang disalurkan meliputi Rp 1,94 miliar untuk penumpang pejalan kaki, Rp 2,39 miliar bagi kendaraan golongan II, serta Rp 17,87 miliar untuk kendaraan golongan IVA. Adapun penerima manfaat terdiri atas 165.622 penumpang pejalan kaki, 160.317 kendaraan golongan II, dan 799.772 kendaraan golongan IVA.

Heru mengatakan, pelaksanaan stimulus transportasi menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan BUMN dalam menjaga keterjangkauan layanan transportasi sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah.

Baca Juga: Stimulus Diskon Transportasi Serap Anggaran Lebih dari 80% Saat Libur Sekolah 2026

"Program Stimulus Transportasi Libur Sekolah merupakan wujud nyata sinergi Pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan layanan transportasi yang semakin terjangkau bagi masyarakat. ASDP menjalankan penugasan ini dengan mengedepankan keselamatan, kelancaran operasional, serta kualitas pelayanan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan nyaman sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah," ujar Heru.

Program Stimulus Transportasi Libur Sekolah 2026 dilaksanakan berdasarkan penugasan pemerintah dan mencakup delapan lintasan penyeberangan strategis, yakni Merak–Bakauheni (reguler dan express), Ketapang–Gilimanuk, Lembar–Padangbai, Kayangan–Pototano, Tanjung Uban–Telaga Punggur, Ajibata–Ambarita, serta Sape–Labuan Bajo.

Heru menegaskan, ASDP akan terus mengevaluasi pelaksanaan program tersebut sebagai upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan konektivitas nasional dan memperkuat pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News