Stockbit Perkuat Fitur Analisis dan Trading



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Stockbit terus memperkuat fitur dan teknologi untuk membantu investor dan trader mengambil keputusan investasi secara lebih efektif. Sepanjang paruh pertama 2026, Stockbit menghadirkan sejumlah pembaruan yang berfokus pada pengayaan data aktivitas broker dan peningkatan efisiensi trading.

Salah satu pembaruan adalah Filter by Broker pada fitur running trade, yang memungkinkan pengguna menyaring transaksi berdasarkan broker tertentu. Stockbit juga menghadirkan sejumlah fitur seperti broker activity, multiple broker activity, broker daily activity, broker analysis di Desktop App, serta broker flow.

Melalui broker flow, pengguna dapat menganalisis transaksi dengan tampilan trade flow dan candlestick view. Ada pula fitur lock broker flow untuk mempertahankan tampilan analisis broker tertentu saat mengeksplorasi data.


Selain itu, running trade kini dilengkapi value dan real-time order queue untuk menampilkan nilai transaksi serta antrean order secara real time. Stockbit juga menambahkan display frequency agar pengguna dapat melihat frekuensi kemunculan transaksi secara lebih terstruktur.

Baca Juga: Meski IHSG Turun Dalam, Stockbit Klaim Transaksi Tetap Tumbuh Capai 1 Juta per Hari

Head of PR & Corporate Communication Stockbit William mengatakan, investor dan trader profesional membutuhkan data yang komprehensif, cepat, dan mudah dianalisis untuk memahami dinamika pasar. “Karena itu, Stockbit terus berinovasi dengan menghadirkan fitur-fitur yang dapat membantu pengguna melakukan analisis secara lebih mendalam,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).

Selain itu, Stockbit memperluas akses investor terhadap data kepemilikan dan struktur pemegang saham untuk mendukung proses riset yang lebih komprehensif.

Melalui versi Web, pengguna kini dapat mengakses Data Ultimate Beneficiary Owner (UBO) dan data kepemilikan saham di atas 1%. Stockbit juga menyediakan data holdings & investor network di Web serta Investor network di mobile untuk membantu investor melihat keterkaitan antarinvestor.

Selain itu, tersedia Data 39 Jenis Komposisi Pemegang Saham yang memberikan gambaran lebih detail mengenai struktur kepemilikan perusahaan. Stockbit turut menghadirkan open order on company profile, ownership allocation di mobile, serta merge order ID untuk mempermudah pemantauan aktivitas transaksi.

Baca Juga: Stockbit Perkuat Keamanan Investasi dengan Sistem Verifikasi Berlapis

Di sisi teknologi, Stockbit memperkenalkan AI Reports untuk membantu investor memperoleh rangkuman dan informasi relevan saat melakukan riset perusahaan. Fitur ini menjadi bagian dari upaya Stockbit menggabungkan data dan kecerdasan artifisial guna menghemat waktu pengguna dalam menganalisis informasi.

Untuk investor yang mengikuti aksi korporasi, termasuk IPO, Stockbit juga menghadirkan track record underwriters di mobile, Web, dan Desktop App. Fitur tersebut memungkinkan pengguna melihat rekam jejak penjamin emisi sebagai informasi tambahan dalam melakukan riset.

William mengatakan, pengembangan fitur dilakukan berdasarkan kebutuhan investor dan trader yang semakin kompleks. “Stockbit ingin memperkuat perannya bukan hanya sebagai platform transaksi, tetapi juga sebagai penyedia data dan perangkat analisis untuk mendukung riset investasi secara lebih menyeluruh.” pungkasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News