KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi investasi saham Stockbit memperkuat sistem keamanan bagi pengguna dengan menghadirkan teknologi pengamanan berlapis melalui fitur 3 Factor Authentication (3FA). Sistem ini dirancang untuk melindungi akun investor dari risiko akses ilegal dan kejahatan siber. Head of PR & Corporate Communication Stockbit William mengatakan, sistem keamanan 3FA terdiri dari tiga lapisan utama, yakni Face Recognition, Trusted Device, dan Freeze Account. Melalui fitur Face Recognition, Stockbit memastikan hanya pemilik akun yang dapat mengakses dan melakukan transaksi investasi. Teknologi pengenalan wajah ini menjadi lapisan tambahan selain sistem verifikasi yang sudah ada.
"Pengguna akan mendapatkan notifikasi apabila terjadi sign-in secara ilegal, sama dengan pengalaman keamanan seperti saat menggunakan aplikasi Gmail atau Apple ID," ujar William dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: 4 Cara Aman Koleksi Dolar AS: Pemula Wajib Tahu Metode Ini Selain itu, fitur rusted Device memungkinkan sistem mengenali perangkat yang biasa digunakan pengguna. Setiap upaya masuk dari perangkat yang tidak dikenal akan otomatis ditolak untuk mencegah penyalahgunaan akun. Stockbit juga menerapkan sistem Multiple Verification yang meminta verifikasi tambahan untuk aktivitas penting dalam akun. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko transaksi atau perubahan data yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Sementara itu, fitur Freeze Account memberikan opsi bagi investor untuk membekukan akun sementara apabila ditemukan aktivitas mencurigakan. Fitur ini dapat digunakan sebagai langkah perlindungan ketika investor menduga adanya akses tidak sah. "Sistem 3 Factor Authentication dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap akses akun pengguna melalui tiga lapisan verifikasi yang ketat. Selain itu, Stockbit juga memiliki tim Cybersecurity yang standby 24 jam," kata William. Selain meningkatkan keamanan, Stockbit juga terus mengembangkan berbagai fitur pendukung investasi, termasuk menyediakan tools analisis dan data pasar secara real-time. Fitur tersebut memungkinkan investor memantau pergerakan pasar dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih cepat dan akurat.
Baca Juga: Panduan Investasi Obligasi 2026: Strategi Cerdas Amankan Aset dengan Risiko Terukur William menyebut layanan Stockbit dirancang untuk berbagai kalangan investor, mulai dari investor pemula hingga investor berpengalaman, baik untuk transaksi harian maupun investasi jangka panjang. “Stockbit dirancang untuk investor yang membutuhkan keamanan, kecepatan, ketepatan, dan kedalaman informasi dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya. Sebelumnya, Stockbit juga menghadirkan fitur Stockbit AI Reports yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk merangkum keterbukaan informasi emiten menjadi analisis yang lebih ringkas. Fitur ini membantu pengguna memahami informasi penting perusahaan secara lebih cepat. Menurut William, meningkatnya jumlah investor pasar modal membuat aspek keamanan digital menjadi semakin penting.
Baca Juga: Tensi Geopolitik Bikin Investor Tahan Belanja, Dana THR Lari ke Instrumen Aman Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor saham di pasar modal Indonesia hingga akhir Mei 2026 mencapai 9,73 juta investor. Hampir 80% di antaranya merupakan investor muda berusia di bawah 40 tahun.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan akhir 2023 yang tercatat sekitar 5,2 juta investor dan akhir 2024 sebanyak 6,3 juta investor. Stockbit menegaskan akan terus memperkuat keamanan transaksi sekaligus menghadirkan inovasi agar investor dapat berinvestasi dengan lebih aman dan memperoleh informasi yang mendukung pengambilan keputusan. Sumber:
https://money.kompas.com/read/2026/06/26/174804426/investor-saham-tembus-973-juta-stockbit-perkuat-sistem-keamanan-akun?page=all#page2. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News