KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan pasokan cabai nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut sejumlah sentra produksi utama, terutama Jawa Barat, saat ini masih mencatat surplus produksi yang cukup besar sehingga berpotensi menopang distribusi antarwilayah selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Berdasarkan neraca cabai Jawa Barat, produksi cabai rawit (CR) pada Februari 2026 mencapai 34.463 ton, sementara kebutuhan hanya 16.578 ton. Artinya, terdapat surplus 17.885 ton.
Baca Juga: Jadwal Whoosh Berubah 19 Februari–12 Maret 2026, Ini Rinciannya “Surplus semakin besar pada Maret 2026 dengan produksi mencapai 78.963 ton, kebutuhan 23.946 ton, dan neraca positif 55.018 ton,” ujar Amran dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026). Untuk cabai besar atau cabai merah (CB), produksi Februari tercatat 32.398 ton dengan kebutuhan 23.858 ton, menghasilkan surplus 8.540 ton. Pada Maret, produksi meningkat menjadi 38.703 ton, dengan kebutuhan 27.740 ton dan surplus 10.962 ton. Data tersebut menunjukkan pasokan cabai di Jawa Barat relatif aman menghadapi lonjakan permintaan saat Ramadan hingga Lebaran. “Pemerintah terus mengawal pasokan dan distribusi cabai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tambah Amran.
Baca Juga: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) Jadi Strategi Pos Indonesia Memperkuat Bisnis Ditopang Luas Panen di Sentra Produksi Sebagai salah satu sentra utama cabai nasional, Jawa Barat ditopang luas panen signifikan di beberapa daerah. Hasil pemantauan menunjukkan luas panen cabai di Kabupaten Bandung mencapai 400 hektare, Kabupaten Garut 485 hektare, dan Kabupaten Sumedang 250 hektare. Luas panen ini menjadi fondasi utama menjaga kesinambungan pasokan selama Ramadan hingga Idul Fitri. Champion Cabai Kabupaten Bandung, Juhara, menyebut pertanaman cabai saat ini berada pada fase produktif dengan panen berlangsung berkelanjutan. “Petani cabai di Kabupaten Bandung telah menerapkan pola tanam berjenjang sehingga panen dapat berlangsung terus-menerus. Dengan kondisi saat ini, kami optimistis pasokan aman hingga Idul Fitri 1447 H,” ujarnya.
Baca Juga: Ojol Desak Perpres Terbit sebelum Lebaran 2026, Tuntut Bagi Hasil 90% Sementara itu, Champion Cabai Kabupaten Garut, Kang Sumarna, mengatakan wilayahnya memasuki periode panen dengan produktivitas baik meski masih menghadapi tantangan iklim. “Petani siap menjaga kualitas dan kontinuitas produksi untuk mendukung pasokan Jawa Barat dan wilayah sekitarnya selama Ramadan dan Idul Fitri,” katanya. Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Muh. Agung Sunusi menegaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan produksi dan distribusi di sentra utama.
“Pasokan aneka cabai di Jawa Barat dalam kondisi aman. Dengan dukungan luas panen memadai, peran aktif champion cabai, serta sinergi pusat dan daerah, kami optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H dapat terpenuhi,” ujar Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News