Stok BBM di SPBU Kosong, Shell Tunggu Rekomendasi Impor Pemerintah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah SPBU Shell di Indonesia kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM), seiring informasi di laman resmi perusahaan yang menunjukkan seluruh jenis BBM tidak tersedia.

Menanggapi kondisi tersebut, Shell Indonesia menyatakan tengah berkoordinasi dengan pemerintah terkait proses pengadaan BBM, khususnya dalam hal perizinan impor.

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengatakan, pihaknya masih menunggu rekomendasi impor BBM untuk tahun ini.


Baca Juga: Strategi Arwana Citramulia (ARNA) Kejar Pendapatan Tumbuh 17% pada 2026

“Shell Indonesia ingin menginformasikan bahwa kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor bahan bakar minyak (BBM) tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” ujar Ingrid dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, selama ini Shell mendapatkan dukungan dari pemerintah dalam menjalankan bisnis penyediaan BBM di Indonesia, termasuk dalam proses distribusi melalui jaringan SPBU.

“Shell Indonesia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan usaha penyediaan BBM selama ini sehingga kami dapat mendistribusikan berbagai varian produk BBM berkualitas melalui mitra kami,” lanjutnya.

Meski saat ini terjadi kekosongan stok di sejumlah SPBU, Shell meyakini pasokan BBM akan kembali normal setelah proses pengadaan berjalan.

Baca Juga: BGN Borong 25.000 Motor Listrik, Industri EV RI Diprediksi Terdongkrak

“Kami percaya ketersediaan produk BBM di jaringan SPBU Shell dapat memenuhi kebutuhan para pelanggan dan memberikan kontribusi bagi perekonomian negara,” kata Ingrid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News