Stok BBM Singapura Turun 6,9%, Ekspor Bensin ke Indonesia Capai 231.000 Ton



KONTAN.CO.ID - Persediaan produk minyak di Singapura kembali menyusut dan mencapai level terendah dalam tiga pekan.

Penurunan terjadi pada seluruh kelompok produk minyak pada pekan yang berakhir 23 September 2026.

Mengutip data Enterprise Singapore, Kamis (24/9), total stok produk minyak di fasilitas penyimpanan darat Singapura mencapai 39,68 juta barel. Angka tersebut turun 6,9% dibandingkan pekan sebelumnya.


Penurunan stok terjadi di tengah perubahan arus perdagangan produk minyak di salah satu pusat perdagangan bahan bakar utama Asia tersebut.

Baca Juga: Ekonomi Jerman Diproyeksi Tumbuh 1,3% pada 2026, Naik dari Perkiraan Sebelumnya

Stok fuel oil turun

Persediaan residual fuel oil turun 1,8% secara mingguan menjadi 19,78 juta barel atau sekitar 3,11 juta ton.

Level tersebut merupakan yang terendah dalam empat pekan dan untuk pertama kalinya dalam tiga pekan berada di bawah 20 juta barel.

Meski demikian, rata-rata stok fuel oil masih berada di atas level bulan sebelumnya. Premi harga fuel oil di pasar spot juga mulai menurun seiring meningkatnya pasokan melalui jalur arbitrase sepanjang September.

Impor fuel oil Singapura turun 9,5% secara mingguan menjadi sekitar 828.000 ton. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menjadi pemasok utama selama periode tersebut.

Di sisi lain, ekspor fuel oil melonjak 79,1% dibandingkan pekan sebelumnya menjadi lebih dari 400.000 ton.

Sebagian besar pasokan dikirim ke China dan Malaysia yang juga menjadi salah satu pusat penyimpanan bahan bakar regional.

Baca Juga: John Williams: Masuk Akal Jika The Fed Naikkan Bunga Lagi Tahun Ini

Stok middle distillate ikut menyusut

Persediaan middle distillate yang mencakup produk seperti diesel dan bahan bakar jet, turun untuk pertama kalinya dalam sebulan menjadi 8,13 juta barel.

Penurunan tersebut sejalan dengan berkurangnya ekspor bersih bahan bakar jet dan minyak tanah.

Impor bahan bakar jet asal China kembali masuk setelah sempat terhenti selama sepekan, sehingga ekspor bersih produk tersebut turun 46%.

Pasokan dari Thailand juga kembali tercatat pada pekan tersebut. Berdasarkan data pelacakan kapal, tambahan pasokan dari Asia Timur Laut diperkirakan masih akan masuk ke Singapura dalam beberapa pekan mendatang.

Untuk diesel dan gasoil, ekspor bersih meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan pekan sebelumnya. Sementara itu, impor turun 63%.

Pasokan diesel dan gasoil terutama berasal dari Korea Selatan dan Malaysia. Dari sisi ekspor, Australia, Malaysia dan Indonesia menjadi tujuan utama.

Baca Juga: Bursa China Jatuh 1,7% Kamis (24/9), Investor Waspadai Hasil Pertemuan Trump-Xi

Stok bensin turun, ekspor ke Indonesia besar

Persediaan light distillate, termasuk nafta dan bensin, juga turun menjadi 11,78 juta barel, level terendah dalam tiga pekan.

Impor bensin Singapura pada pekan tersebut mencapai sekitar 189.000 ton atau setara 1,6 juta barel. Sementara ekspor bensin mencapai sekitar 540.000 ton.

Indonesia menjadi tujuan ekspor bensin terbesar dari Singapura dengan volume sekitar 231.000 ton. Malaysia berada di posisi berikutnya dengan sekitar 94.000 ton.

Dari sisi pasokan, China menjadi pemasok bensin terbesar ke Singapura dengan hampir 99.000 ton, disusul Korea Selatan sekitar 86.000 ton.

Untuk produk nafta, impor Singapura mencapai sekitar 268.000 ton atau sekitar 2,4 juta barel. Rusia menjadi pemasok terbesar dengan hampir 148.000 ton, diikuti Kuwait sekitar 29.000 ton.

Sementara itu, Singapura mengekspor sekitar 17.000 ton nafta dan seluruh pengiriman tersebut menuju Indonesia.

Data tersebut menunjukkan besarnya peran Singapura dalam arus perdagangan produk BBM regional, termasuk sebagai sumber pasokan bagi pasar Indonesia.

Baca Juga: AS Masih Bergantung pada China untuk Rare Earth hingga 2030-an