KONTAN.CO.ID - SEMARANG. Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Semarang mencatat hingga 30 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 81.600. Jumlah tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran beras di wilayah Semarang hingga empat sampai lima bulan ke depan. Pemimpin Cabang Bulog Kancab Semarang Yudha Aji Pribawa mengatakan, rata-rata penyaluran beras Bulog Semarang dalam tiga bulan terakhir mencapai 20.000 ton hingga 22.000 ton per bulan. Penyaluran terbesar berasal dari program bantuan pangan pemerintah. "Jadi ketahanan di Kancab Semarang sendiri ini bisa mencapai kurang lebih empat bulanan, empat sampai lima bulan lagi," ujar Yudha dijumpai di Gudang Bulog Tambak Aji, Jum'at (30/10/2026).
Baca Juga: Harga Gabah Melonjak, Bulog Andalkan Skema Komersial Untuk Serap GKP dari Petani Selain bantuan pangan, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penanganan bencana alam, serta kebutuhan tertentu pemerintah, termasuk untuk TNI dan Polri. Yudha menyebutkan, dari total stok yang dikuasai Bulog Kancab Semarang, sekitar 6.300 ton merupakan beras CBP yang tersimpan di gudang Tambak Aji, termasuk beras SPHP yang telah dikemas dalam ukuran 5 kilogram. Dengan tingkat penyaluran saat ini, stok beras diperkirakan mampu menopang kebutuhan hingga Februari atau Maret 2027. Yudha menegaskan periode tersebut bertepatan dengan perkiraan masuknya musim panen raya atau musim tanam pertama (MT1) berikutnya. Bulog pun berencana kembali melakukan pengadaan untuk mengisi persediaan ketika panen mulai berlangsung. Untuk mendukung pengelolaan stok tersebut, Bulog Kancab Semarang memiliki delapan kompleks pergudangan yang tersebar di sejumlah wilayah. Lokasinya meliputi Depok, Tambak Aji, Mangkang, Randu Garut, Sumberejo, Grobogan, Katonsari di Demak, serta Harjosari di Bawen. Secara keseluruhan, kapasitas penyimpanan gudang Bulog Kancab Semarang mencapai sekitar 105.000 ton. Dengan stok yang saat ini mencapai 81.600 ton, masih terdapat ruang penyimpanan sekitar 20.000 ton untuk menampung tambahan beras hasil pengadaan.
Baca Juga: Harga Gabah di Atas HPP Capai Rp 7.500 per Kg, Ini Strategi Bulog Jaga Serapan Petani Yudha mengatakan, kapasitas pergudangan tersebut sebelumnya perlu ditambah seiring tingginya realisasi penyerapan gabah petani. Untuk mengantisipasi keterbatasan ruang penyimpanan, Bulog turut memanfaatkan gudang sewa maupun gudang milik pihak lain yang dipinjamkan untuk menampung hasil pengadaan. "Karena saking banyaknya jemput gabah, kemarin sampai kita bisa mencapai 4 juta ton ini, fasilitas-fasilitas yang kita punya harus ditambah kembali dengan beberapa gudang sewa ataupun gudang milik kita yang dipinjam pakaikan," ungkap Yudha. Sebelumnya, Perum Bulog mencatat rekor pengadaan beras nasional mencapai 4,11 juta ton hingga 8 Oktober 2026. Angka tersebut setara dengan 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton untuk tahun ini. Berdasarkan data perusahaan, realisasi pengadaan beras Bulog mencapai 4.115.014 ton setara beras. Capaian itu sekaligus menandai keberhasilan Bulog melampaui target pemerintah sebelum 2026 berakhir. Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani mengapresiasi seluruh insan Bulog dan pihak-pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian tersebut.
Menurutnya, capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang Bulog berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan Bulog di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik.
Baca Juga: Mentan Mencopot Delapan Pejabat Bulog dan Bapanas Buntut Penyelewengan Beras SPHP "Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini. Capaian ini harus menjadi energi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia," tambahnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News